Makan Bergizi Gratis, Solusi Nyata atau Gimmick Semata?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program presiden terpilih Prabowo Subianto sepertinya memang benar-benar akan terealisasikan. Di Kabupaten Bandung program Makan Bergizi Gratis sudah memasuki tahap pemetaan dan pendataan untuk sekolah penerima manfaat. Program ini nantinya akan disalurkan kepada  582 ribu orang yang terdiri atas jenjang PAUD, SD, dan SMP di seluruh Kabupaten Bandung.

Enjang Wahyudin selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung mengungkapkan, selain memetakan dan mendata pihaknya juga akan mengawasi program tersebut agar terlaksana dengan baik, meskipun program tersebut masih menjadi evaluasi di tingkat DPR RI, terkait petunjuk teknis dan pelaksanaan, penanggung jawab, hingga penganggaran dana. Melalui program Makan Bergizi Gratis ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDA), serta menggerakkan ekonomi nasional.

Bagi rakyat kecil program Makan Bergizi Gratis ini tentu disambut suka cita, karena setidaknya sedikit meringankan tugas para ibu untuk menyiapkan bekal bagi putra-putrinya. Namun bagi sebagian kalangan yang mengamati dengan lebih cermat, tentu akan berpikir dari mana sumber anggaran untuk membiayai program ini?

Dengan mengklaim perbaikan gizi anak sekolah dan pembentukan generasi yang sehat, Makan Bergizi Gratis seolah-olah adalah program untuk rakyat. Namun, program sosial yang bersifat populis ini, di samping penuh polemik, juga dijadikan alat sebagai penjaga stabilitas politik dan pencegah kritik terhadap kebijakan-kebijakan penguasa. Seolah-olah dengan program ini menunjukkan penguasa berpihak kepada rakyat.

Yang menjadi pertanyaan, apakah program Makan Bergizi Gratis akan bisa terus berlanjut dalam kondisi ekonomi negara yang sedang karut marut? Anggaran yang masih belum jelas dan rentan terjadi korupsi dengan banyaknya proyek yang melibatkan banyak vendor. Selain itu, program Makan Bergizi Gratis justru akan meningkatkan rasio perpajakan, serta mengurangi subsidi yang tidak tepat sasaran, karena mengambil dana dari peningkatan pajak dan mencabut subsidi, sehingga yang terjadi program Makan Bergizi Gratis hanya ilusi semata. Tentu masyarakat menjadi buntung, sedangkan penguasa yang mendapatkan untung.

Saat ini sistem yang diterapkan adalah sistem demokrasi kapitalisme, sehingga sudah menjadi kebiasaan para penguasa membuat kebijakan dengan mengklaim untuk kesejahteraan rakyat, padahal sebenarnya memberikan banyak peluang usaha kepada banyak korporasi dan oligarki. Pengadaan Makan Bergizi Gratis sudah tentu menggandeng pihak swasta untuk mengelolanya. Tentu saja hal ini menjadi lahan bisnis kaum kapitalisme yang prioritasnya adalah keuntungan, bukan pelayanan kepada rakyat. Negara lepas tangan dalam mengurusi rakyatnya, negara hanya berfungsi sebagai regulator dan fasilitator, yakni pembuat aturan bagi para korporat sebagai penguasa dan pebisnis hajat hidup umat.

Hal ini sangat jauh berbeda dengan sistem Islam, Islam memiliki mekanisme dan strategi yang khas di bawah naungan Khilafah. Yakni dengan menetapkan kepemimpinan amanah dan bijaksana dalam tatanan akidah Islam. Sistem Islam memiliki prosedur dan mekanisme yang sistemik dalam memberikan solusi, termasuk masalah yang terkait pemenuhan akan ketahanan pangan masyarakatnya. Karena, dalam Islam dengan menetapkan kepemimpinan yang amanah, berwawasan, serta bijaksana dalam menjaga ketahanan tatanan akidah Islam.

Hanya bernaung dalam sistem Islam lah kehidupan bisa menjadi sejahtera, stabil dan dapat terkendalikan secara sistemik.

Karena di dalam negara Islam tidak perlu program khusus, sebab kebijakan negara memang harus menjamin kesejahteraan rakyat, bukan hanya anak sekolah saja. Hal ini karena negara Islam bersifat rain dan junnah.

Penerapan sistem ekonomi Islam akan menjamin terwujudnya kesejahteraan melalui tercapainya ketahanan pangan dan kedaulatan pangan. Apalagi negara memiliki sumber pemasukan dari berbagai macam, yang akan menjadikan negara mampu menjamin kesejahteraan rakyat.

Dengan pejabat yang amanah sebagai buah keimanan yang kuat, akan mencegah adanya korupsi dan penyalahgunaan wewenang lainnya termasuk memperkaya pribadi. Negara Islam juga, akan memelihara dan memenuhi keberlangsungan peradaban yang ditopang oleh generasi kuat fisik dan kepribadian. Di dalam negara Islam akan menyejahterakan rakyat dengan konsep baitul maal yang kuat dari pemasukan negara Islam. Dengan konsep baitul maal inilah negara akan membiayai kebutuhan dasar setiap individu rakyat.

Dengan pemenuhan kebutuhan yang tepat sasaran oleh negara Islam. Inilah kemudian negara tidak perlu membuka ruang untuk menetapkan program Makan Bergizi Gratis, karena semua pemenuhan telah terporsikan sesuai jalurnya.

Sebagai seorang muslim sudah saatnya kita menyadari bahwa hanya bernaung dalam sistem Islam lah semua akan mendapatkan kesejahteraan. Wallahu a’lam bissawab.

Oleh : Rukmini
Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 5

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA