Tinta Media – Komisaris Jenderal Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan bahwa anak-anak di Gaza menghadapi resiko kematian akibat cuaca dingin karena ketiadaan tempat tinggal yang memadai. Organisasi kesehatan dunia (WHO), menyatakan bahwa serangan israel terhadap Rumah Sakit Kamal Adwan telah melumpuhkan fasilitas kesehatan utama terakhir di jalur Gaza. Beberapa fasilitas penting di RS rusak parah akibat kebakaran dan penghancuran selama serangan.
Israel melancarkan serangan darat besar-besaran di Gaza Utara sejak 5 Oktober. Sejak saat itu bantuan kemanusiaan seperti makanan, obat-obatan, dan bahan bakar tidak di izinkan masuk kewilayah kantong Palestina. Warga Palestina masih bertahan di Gaza Utara dan terancam kelaparan. Sejak 7 oktober 2023 agresi Israel di Gaza telah menewaskan 45.400 warga (republika.co.id, 28-12-2024).
Sungguh miris, tak henti-hentinya zionis laknatullah memporak-porandakan bumi Palestina. Tak ada satu pun pemimpin negeri kaum Muslim yang mampu menghentikan genosida ini. Organisasi dunia pun tak mampu menyelamatkan jeritan tangis rakyat gaza.Tak ada keadilan dalam sistem kapitalisme, bahkan sistem ini yang telah memberikan jalan bagi penjajah Zionis untuk membantai anak-anak di Gaza.
Sungguh kondisi yang sangat mengerikan. Kapitalisme telah berhasil membutakan mata hati para pemimpin negeri-negeri Muslim untuk tetap berdiri menyaksikan kebrutalan yang terjadi tanpa tergerak untuk mengirimkan tentara andalan yang setiap hari di latih untuk siap berperang membela bangsa dan saudara seiman. Nyatanya, banyak penguasa negeri Muslim yang tidak mengirimkan tentaranya untuk menolong rakyat Palestina sekalipun atas nama kemanusiaan.
Para penguasa negeri Muslim masih tunduk pada kekuasaan para pemilik modal dan negara-negara super power baik atas dasar keuntungan materi maupun kekuasaan. Jelas sekali saat ini kita butuh penggerak untuk mempersatukan pemikiran dan perasaan di tengah-tengah umat yang berlandaskan pada diin Islam. Kemudian mempersatukan dan menggerakan pemuda-pemuda di Timur Tengah untuk bangkit melawan rezim mereka dan bergerak ke Palestina untuk membebaskanya.
Aktivitas inilah yang hanya bisa dilakukan oleh partai idiologis. Dimana para pemuda harus berani menuntut tegaknya khilafah. Dengan diangkatnya khalifah sebagai pemimpin seluruh umat Islam sedunia maka kaum Muslim akan bergerak dengan adanya komando seruan dari seorang pemimpin kaum Muslim untuk jihad membela bumi Palestina dan negeri-negeri Muslim lainnya yang terjajah dan terzalimi. Hanya dengan jihad dan khilafahlah Palestina bisa dibebaskan.
Wallahu a’lam bish shawwab.
Oleh: Ummu Zaki
Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 4
















