POLAH PEMUDA TIDAK KARUAN APA SOLUSINYA?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Kalau kita berbicara soal pemuda apa yang
terbesit di pikiran kita? Pasti orang yang memiliki fisik yang kuat, mental yang
tangguh dan pemikiran yang cemerlang. Selain itu pemuda identik dengan
seseorang yang visioner dan idealis. Namun, Sekarang sangat amat berbeda,
seolah hari ini potret pemuda amat sangat suram. Banyak permasalahan di luar
sana yang melibatkan pemuda.

                        Seperti
beberapa waktu lalu  masyarakat dihebohkan dengan tawuran  yang terjadi di Tangerang
pada (15/1/2023) dari kejadian itu
Polres Metro Jaya mengamankan 72 remaja yang melakukan tawuran. Tidak hanya
berhenti sampai di situ saja fenomena di dunia remaja, terjadi juga soeorang
remaja tewas tertabrak truk di exit tol hal itu dilakukkan semata hanya untuk
membuat konten agar viral. Yang lebih parah lagi seorang remaja di Makasar tega
membunuh anak 11 tahun karena tergiur situs jual beli organ yang menurutnya
mampu mendapatkan uang banyak secara cepat.

                        Dari
fenomena di atas, sangat membuat kita menggeleng-gelengkan kepala polah pemuda
saat sini semakin tidak karuan. Demi eksistensi 
diri dan pundi-pundi materi, pemuda rela melakukkan apa saja  bahkan sampai meregang nyawa. Semua ini
menunjukkan bahwa saat ini pemuda itu kian patah arah bahkan tidak memiliki tujuan hidup. Pola pik
ir mereka pun semakin hari
semakin dangkal, karena pemuda saat ini hanya sibuk memikirkan eksistensi dan
pundi-pundi materi. Mereka pun hanya memikirkan tujuan hidup jangka pendek bukan
memikirkan tujuan hidup  jangka panjang.

                        Hal
itu terjadi karena saat ini di era kapitalisme pemuda dicekoki dengan
pemikiraan kapitalis  yang dimana  tujuan hidup mereka itu adalah mencari
pundi-pundi materi dan tolak ukur kebahagiaan atau kesuksesan  ketika mereka berhasil memilki kedudukan yang
tinggi di tengah masyarakat  dan
pundi-pundi materi yang banyak. Sehingga para pemuda saat ini lebih fokus dan
memikirkan bagaimana cara mendapatkan materi 
yang banyak daripada memikirkan kehidupan setelah hidup. Jadi tak heran
jika pemuda saat ini rela mendapatkannya dengan menggunakan cara apapun bahkan
cara yang di larang oleh Allah. Hal ini dikarenakan pemuda juga hidup di
atmosfir sekulerisme dimana para pemuda dijauhkan dari Syariat islam .

                        Saat
ini pemuda dijauhkan dari agamanya sendiri (islam) hal itu mengakibatkan
terjadinya dekadensi moral ditengah-tengah pemuda yang semakin memperihatinkan.
Hal ini lah Impact dari sistem pendidikan sekulerisme yang menjadi pondasi
pendidikan saat ini,bahkan parahnya lagi sedikit demi sedikit pendidikan agama
seolah di singkirkan. Padahal seharusnya di negeri yang mayoritas muslim harus
menstadarkan pendidikan pada sistem islam. Pada sistem islam  yang menjadi landasan berfikir adalah aqidah
islam. Pendidikan  dalam sistem islam
tidak berorientasi pada berapa banyak lulusan yang terserap lapangan kerja
tetapi dimaknai sebagai sebuah peroses manusia menuju kesempurnaan sebagai
seorang hamba Allah. Dari sistem pendidikan islam mampu membangun generasi  yang berkepribadiaan islam, tidak hanya
fasih dala Ilmu-ilmu kehidupan seperti, sains, matematika, teknologi tetapi juga
mampu mencetak generasi pemuda yang kokoh keimanannya  dan mendalam pemikiran islamnya. Dampak dari
sistem pendidikan Islam yang sedemikian rupa akan mencetak generasi pemuda yang bertakwa dan beberapa ilmuwan yang
cerdas yang lahir dari sistem pendidikan Islam seperti Mariam Asturlabi, Ibnu Sina, Fatimah al-Fihri dan beberapa ilmuwan Islam lainnya yang merupakan seorang
polymath.

                        Sistem
pendidikan islam tidak bisa dilepaskan dari penerapan sistem pemerintahan  yang dilandasan dengan aqidah islam. Karena
itu dalam islam penguasa harus bertanggung jawab penuh atas penyelenggaran
pendidikan warganya. Sebabnya pendidikan 
adalah salah satu diantara banyaknya perkara yang diurus oleh negara hal
itu sesuai dengan sabdanya Rasulullah. “Imam (kepala negara) adalah pengurus
rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawabannya atas urusan rakyatnnya
(HR:Al-Bukhari dan Muslim). Maka dari itu perlu diterapkannya islam secara
kaffah dalam skala negara .

Oleh: Razzaqurnia Dewi

Mahasiswa 

Loading

Views: 13

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA