Menakar Kematangan Pemuda dalam Mempersiapkan Rumah Tangga

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Fenomena penundaan pernikahan kian menguat di kalangan generasi muda. Stabilitas ekonomi—seperti kepemilikan rumah, pekerjaan tetap, dan jaminan masa depan—kerap dianggap sebagai syarat mutlak sebelum menikah. Di tengah tingginya biaya hidup dan ketatnya persaingan kerja, pernikahan dipersepsikan sebagai langkah yang berisiko. Narasi _marriage is scary_ di ruang digital pun semakin mengukuhkan ketakutan tersebut.

Padahal, persoalan ini tidak semata-mata lahir dari pilihan individu. Akar masalahnya terletak pada sistem kapitalisme yang melahirkan biaya hidup tinggi, upah rendah, serta minimnya jaminan kesejahteraan. Negara cenderung berperan sebagai regulator pasar, bukan pelindung rakyat, sehingga beban kehidupan sepenuhnya dipikul oleh individu. Pendidikan sekuler dan media liberal turut membentuk pola pikir materialistis dan gaya hidup hedonis, menjadikan pernikahan dipandang sebagai beban finansial, bukan sebagai ibadah dan jalan keberkahan.

Dalam Islam, pernikahan memiliki makna spiritual dan sosial yang agung. Ia berfungsi menjaga kehormatan, melanjutkan keturunan, serta menjadi fondasi bagi tegaknya peradaban. Karena itu, solusi atas problem ketakutan menikah menuntut perubahan yang bersifat sistemis. Negara harus hadir menjamin kebutuhan dasar rakyat melalui penerapan sistem ekonomi Islam, bukan menyerahkannya kepada mekanisme pasar.

Dalam naungan Khilafah, pendidikan berbasis akidah membentuk kesiapan mental dan rasa tanggung jawab sejak dini. Negara menjamin kesejahteraan rakyat, membuka lapangan kerja yang luas, mengelola sumber daya alam untuk kemakmuran bersama, serta menyederhanakan proses pernikahan. Lingkungan sosial dijaga dari kerusakan moral, dan negara berperan sebagai junnah (pelindung) bagi keluarga.

Dengan diterapkannya sistem Islam, pernikahan tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan. Sebaliknya, ia menjadi jalan ibadah yang mudah, menenteramkan, dan memuliakan manusia. Wallahualam bissawab.

Oleh: Verry Verany
Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 32

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA