Tinta Media – Berbicara mengenai penderitaan rakyat Palestina yang hingga hari ini masih terus berlangsung sungguh sangat menyedihkan dan memilukan. Mengapa negara-negara di dunia seakan diam dan tidak mampu berbuat banyak terhadap penderitaan rakyat Palestina?
Konflik antara Palestina dan Israel merupakan salah satu konflik terpanjang dan paling rumit di dunia. Konflik ini telah berlangsung selama puluhan tahun serta melibatkan berbagai elemen, termasuk persoalan wilayah, agama, sejarah, dan politik.
Pendudukan, pembantaian, dan krisis kemanusiaan yang menimpa rakyat Palestina tak kunjung usai. Mulai dari serangan militer hingga pembatasan bantuan kemanusiaan, penderitaan rakyat Palestina terus bertambah setiap harinya. Sementara itu, dunia internasional kerap hanya menyatakan keprihatinan tanpa menghadirkan solusi nyata.
Dalam serangannya sejak Oktober 2023, Israel telah menyebabkan lebih dari 71.400 rakyat Palestina terbunuh, yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, serta lebih dari 171.000 orang terluka. Bahkan di tengah masa gencatan senjata, Otoritas Kesehatan Gaza melaporkan sedikitnya 425 warga Palestina tewas dan 1.206 lainnya terluka akibat serangan Israel yang terus terjadi.
Penderitaan rakyat Palestina semakin bertambah dengan adanya pelarangan terhadap 37 organisasi kemanusiaan internasional untuk beroperasi di wilayah Palestina, khususnya Jalur Gaza. Israel memberlakukan larangan ini dengan alasan menuntut informasi detail mengenai warga Palestina yang menjadi staf organisasi internasional tersebut. Tindakan ini jelas merupakan hambatan serius bagi penyaluran bantuan kemanusiaan.
Pemerintah Palestina secara resmi mengutuk keputusan Israel tersebut, karena organisasi-organisasi kemanusiaan itu memiliki peran penting dalam memberikan bantuan medis, pangan, layanan darurat, serta perlindungan sipil di tengah agresi yang terus berlangsung.
Perampasan tanah bangsa Palestina merupakan akar masalah yang tidak dapat diabaikan dalam setiap upaya mendukung kemerdekaan Palestina. Selain sengketa wilayah, berbagai peristiwa seperti politik kolonialisme dan penyangkalan terhadap kedaulatan Palestina menunjukkan akar historis dari tragedi kemanusiaan yang terjadi hingga hari ini.
Penderitaan rakyat Palestina akan terus berlangsung selama Zionis Israel masih eksis. Salah satu faktor yang membuat Israel tetap bertahan adalah adanya dukungan dari sejumlah negara, dengan pendukung utama adalah Amerika Serikat. Dukungan tersebut mencakup bidang militer, ekonomi, diplomasi, dan intelijen.
Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat merupakan salah satu anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang memiliki hak veto. Amerika kerap menolak berbagai resolusi Dewan Keamanan yang mendukung Palestina karena Israel adalah sekutu strategisnya. Hal ini menunjukkan bahwa peranan Dewan Keamanan PBB sering kali tidak berfungsi sebagaimana mestinya sebagai lembaga yang seharusnya menjaga perdamaian dunia. Kepentingan politik dan ekonomi negara-negara besar lebih dominan dibandingkan keadilan bagi rakyat Palestina.
Akibatnya, dunia seolah tidak bisa berharap banyak kepada PBB, meskipun secara teori lembaga ini dibentuk untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional serta menyediakan bantuan kemanusiaan. Dalam kenyataannya, keputusan PBB kerap terhambat oleh kepentingan pemegang hak veto, terutama Amerika Serikat.
Lalu, apa yang dapat kita lakukan untuk membantu saudara-saudara muslim kita di Gaza?
Sebagai sesama muslim, tentu kita ikut merasakan penderitaan yang mereka alami. Sebagaimana sabda Rasulullah saw.:
“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh merasakan sakit, maka anggota tubuh yang lain ikut merasakannya dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” (HR Bukhari dan Muslim)
Solusi Hakiki untuk Palestina
Kita telah menyaksikan bahwa penderitaan Palestina sebagai bangsa merdeka yang hak-haknya dirampas selama puluhan tahun oleh Zionis Israel belum juga berakhir. Lembaga-lembaga internasional hingga kini belum mampu menyelesaikan konflik tersebut secara adil. Resolusi yang dihasilkan tidak mampu memperbaiki kondisi rakyat Palestina, bahkan agresi Israel justru semakin brutal dari waktu ke waktu.
Banyak pelanggaran HAM berat dilakukan Israel, namun hampir tidak ada sanksi tegas dari hukum internasional. Para pemimpin dunia sering kali hanya mengecam dan mengutuk tanpa tindakan nyata yang mampu menghentikan kezaliman tersebut.
Umat Islam di seluruh dunia seharusnya bersatu memberikan dukungan nyata bagi Palestina, baik melalui bantuan kemanusiaan, diplomasi, maupun pembelaan yang sah sesuai ketentuan hukum internasional. Persatuan umat dan kepemimpinan yang kuat sangat dibutuhkan agar pembelaan terhadap Palestina dapat dilakukan secara efektif dan terarah.
Dalam perspektif Islam, kehadiran kepemimpinan yang menerapkan syariat secara menyeluruh diyakini mampu menghadirkan perlindungan yang hakiki bagi kaum muslim di seluruh dunia. Sistem kepemimpinan Islam menempatkan penguasa sebagai pelayan rakyat (raa’in) sekaligus pelindung rakyat (junnah). Karena itu, melindungi darah, kehormatan, dan tanah kaum muslimin merupakan kewajiban utama pemimpin.
Perlindungan sejati bagi Palestina hanya dapat terwujud apabila umat Islam bersatu dalam satu visi dan kepemimpinan yang kuat. Melalui persatuan tersebut, pembelaan terhadap tanah-tanah kaum muslimin yang terzalimi dapat dilakukan dengan lebih terorganisasi dan bermartabat.
Semoga Allah Swt. segera memberikan pertolongan kepada rakyat Palestina dan menguatkan kaum muslimin di seluruh dunia untuk terus peduli serta berjuang membela kebenaran dan keadilan. Wallahualam bissawab.
Oleh: Pratiwi Sulistiowati, S.Kom.,
Pejuang Dakwah
![]()
Views: 26
















