Perundungan Tak Kunjung Usai, Alarm Robohnya Benteng Tatanan Keluarga

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Sekolah merupakan tempat untuk menuntut ilmu, berinteraksi dengan teman sebaya, serta bertemu dengan guru yang dihormati. Seharusnya, sekolah menjadi tempat yang dikunjungi setiap hari dengan penuh kegembiraan dan rasa aman. Namun, mirisnya, saat ini satu dari empat anak justru berangkat ke sekolah dengan perasaan takut karena khawatir mengalami perundungan.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Aksi perundungan kembali terjadi dan menimpa seorang siswa SD bernama Aqib (7) yang meninggal dunia. Ia diduga menjadi korban perundungan oleh kakak kelasnya. Sebelum meninggal, korban sempat menceritakan kepada dokter yang menanganinya bahwa ia mengalami sakit akibat dipukul di bagian perut dan ditendang menggunakan sepatu (detikjateng.com, 2/10/2026).

Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia, kasus kekerasan di satuan pendidikan mengalami peningkatan selama periode 2022-2025. Peningkatan yang tajam terjadi pada tahun 2025 sebanyak 614 kasus, yang sebelumnya hanya 573 kasus. Data dari sumber lain menunjukan sebanyak 24% siswa di negeri ini mengalami perundungan berulang. Lebih memprihatinkan lagi, sebanyak 15,2% anak menjadi bahan ejekan di hadapan teman- temannya, 11,6% menjadi korban rumor buruk yang dapat merusak mental, dan 5,6% korban serangan fisik serta ancaman secara terang- terangan.

Ini bukan sekadar data, melainkan realitas yang menunjukkan bahwa kehidupan generasi muda saat ini sedang tidak baik-baik saja. Masalah perundungan tak kunjung usai meskipun berbagai program antiperundungan telah diterapkan. Hal ini terjadi karena program-program tersebut belum menyentuh akar masalah yang bersumber dari sistem pendidikan sekuler.

Sistem kapitalisme sekuler telah mendobrak benteng terkuat yang paling mendasar, yaitu akidah. Sehingga, akidah tersebut telah terhapus dari dasar pemikirannya. Agama hanya sekadar pelajaran tambahan, bukan fondasi dalam memandang kehidupan. Akibatnya, individu bertindak bebas tanpa kendali, rasa takut, atau belas kasih. Bahkan, tega menghina dan melakukan kekerasan fisik.

Sistem sekuler membentuk masyarakat individualis yang permisif dan tidak peduli terhadap sesama. Perundungan dianggap wajar dengan dalih sekadar bercanda. Penerapan sistem ini melahirkan sistem pendidikan sekuler yang hanya terfokus pada nilai akademik semata, sehingga gagal membentuk kepribadian yang benar bagi generasi.

Islam memiliki seperangkat aturan yang komprehensif, tidak terfokus pada satu permasalahan, serta memiliki konsep dalam mewujudkan generasi yang berkualitas. Dalam pandangan Islam, masalah perundungan akan terselesaikan secara tuntas dengan ditegakkannya tiga pilar. Dimulai dari ketakwaan individu dengan membangun akidah Islam yang kukuh sebagai fondasi dan tolok ukur dalam beramal, serta membentuk kepribadian Islam yang luhur pada individu dan masyarakat.

Maka, anak-anak akan tumbuh dengan landasan keimanan dan ketakwaan. Mereka dapat memahami bahwa setiap amal perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban dan menyadari bahwa Allah Swt. Maha Melihat setiap perbuatan hamba-Nya.

Selanjutnya, masyarakat yang peduli. Masyarakat islami memiliki rasa peduli yang didasari rasa kasih sayang antarsesama. Mereka akan saling menasihati secara baik. Jika ada perbuatan yang di luar kewajaran, maka masyarakat akan mencegahnya. Inilah yang dimaksud aktivitas amar makruf nahi mungkar.

Pilar ketiga yaitu negara yang menerapkan hukum Islam. Sistem pemerintahan Islam menerapkan sistem pendidikan berbasis akidah Islam yang akan membentuk generasi yang berkepribadian tangguh, bukan generasi perundung. Wallahu a’lam bish-shawab.

Oleh: Farida Zahri
(Sahabat Tinta Media)

Loading

Views: 4

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA