Sistem Sekuler Gagal Atasi Judol dan Narkoba

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Berbagai upaya telah dilakukan negara untuk memberantas praktik judi online (judol) dan narkoba yang kian merajalela. Jajaran Kepolisian Daerah Jambi bahkan melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk menolak segala bentuk judol dan penyalahgunaan narkoba. (tribratanews.jambi.polri.go.id, 4/11/2025)

 

Namun, langkah ini justru menegaskan bahwa sistem sekuler yang diterapkan saat ini belum mampu mencabut akar persoalan. Judol dan narkoba bahkan menjerat sebagian aparat penegak hukum. Jika penegak hukum saja masih kesulitan melepaskan diri dari jerat ini, ke mana lagi masyarakat berharap keselamatan?

 

Dalam komitmen tersebut, personel Polri bersedia menerima sanksi jika terbukti melanggar. Ini menunjukkan keseriusan pemberantasan, namun tingginya praktik judol dan narkoba tetap menandakan kegagalan sistem sekuler.

 

Akar persoalan maraknya judol dan narkoba adalah penerapan sistem sekuler liberal yang memisahkan agama dari kehidupan. Syariat tidak lagi dijadikan dasar bertindak. Halal haram tidak dijadikan standar keputusan. Manusia justru menjadikan akal yang lemah dan hawa nafsu sebagai penentu. Padahal, makhluk yang lemah tentu tidak mungkin lebih mengetahui kebaikan hidupnya dibanding Sang Pencipta. Seharusnya manusia hanya mengambil aturan dari Allah Swt.

 

Kegagalan sistem sekuler liberal tampak dalam beberapa aspek berikut:

 

1. Pendidikan

Sistem pendidikan saat ini gagal membentuk individu berkepribadian Islam. Pola pikir dan pola sikap Islam tidak terbentuk, sehingga iman lemah dan mudah terjerumus dalam judol dan narkoba. Kesenangan materi instan menjadi tujuan, dan solusi parsial sering diambil demi kebutuhan ekonomi.

 

2. Ekonomi

Sistem ekonomi kapitalis tidak mampu mewujudkan kesejahteraan yang adil. Sulitnya mencari nafkah halal membuat sebagian masyarakat memilih jalan haram seperti judol dan narkoba sebagai solusi cepat. Kesenjangan makin nyata: di satu sisi rakyat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, sementara di sisi lain sejumlah kecil orang menguasai kekayaan besar, termasuk sumber daya alam. Padahal jika dikelola sesuai syariat, kekayaan itu dapat membiayai pendidikan, kesehatan, dan membuka lapangan pekerjaan.

 

3. Hukum dan Sanksi

Sanksi yang lemah tidak menimbulkan efek jera. Pelaku berani mengambil risiko karena keuntungan judol dan narkoba dianggap lebih besar. Penindakan hanya menyasar pelaku, bukan sistem yang menjadi akar masalah, sehingga masalah terus berulang.

 

Solusi tuntas untuk menutup pintu praktik judol dan narkoba hanya dapat diwujudkan melalui penerapan sistem hidup berlandaskan syariat Allah Swt., yakni syariat Islam kafah dalam bingkai negara Khilafah. Mekanisme Islam secara sistemis menutup seluruh celah yang melahirkan kejahatan tersebut. Berikut mekanismenya:

 

1. Sistem Pendidikan Islam

Pendidikan Islam membentuk kepribadian islami sehingga akidah menjadi asas berpikir dan standar perbuatan. Muslim memandang judol dan narkoba sebagai dosa besar yang harus ditinggalkan. Ketakwaan menjadi benteng utama. Allah Swt

berfirman:

“Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. (Akan tetapi,) dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya…” (QS al-Baqarah: 219)

 

2. Sistem Ekonomi Islam

Negara menjamin kesejahteraan rakyat dengan mekanisme ekonomi yang adil. Praktik riba, spekulasi, dan gharar dilarang. Kepemilikan harta diatur agar tidak beredar pada segelintir orang. Negara menyediakan lapangan pekerjaan, sementara kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan diberikan secara cuma-cuma. Saat rakyat sejahtera, mereka tidak akan mencari solusi haram seperti judol dan narkoba.

 

3. Sistem Sanksi Islam

Sanksi dalam Islam bersifat tegas dan memberikan efek jera. Tidak ada toleransi bagi praktik yang merusak agama, jiwa, dan harta.

 

Demikian gambaran singkat bagaimana kesempurnaan syariat Islam menjadi solusi tuntas bagi maraknya judol dan narkoba. Islam datang dari Allah Swt—Zat yang Maha Sempurna—yang mengetahui aturan terbaik bagi manusia serta mampu menyelesaikan seluruh problem kehidupan. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Farah Sari,

Aktivis Dakwah

Loading

Views: 39

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA