Hardiknas: Dunia Pendidikan Makin Buram dan Memprihatinkan

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Potret dunia pendidikan saat ini makin memprihatinkan. Salah satunya terlihat dari kasus pengeroyokan brutal yang terjadi di Pandak, Bantul, pada 14 April 2026. Korban bernama Ilham Dwi Saputra (16) meninggal dunia akibat dikeroyok oleh 10 orang pelaku. Peristiwa ini menunjukkan adanya krisis moral yang semakin nyata di tengah masyarakat. Berbagai kasus yang menyayat hati terus bermunculan, mulai dari kekerasan, penyalahgunaan narkoba, hingga sikap tidak santun kepada guru yang kini hampir terjadi di berbagai daerah. Kasus kriminal pun makin marak. Banyaknya persoalan tersebut tentu bukan sekadar kebetulan, melainkan dampak dari sistem kehidupan yang membuat manusia semakin jauh dari agama dan aturan-Nya (Tvonenews.com, 20/4/2026).

Sistem yang diadopsi negara dewasa ini justru sistem yang tidak pro rakyat. Sekularisme kapitalisme adalah pangkal dari kehancuran karena menghilangkan halal dan haram yang memiliki hukum tegas dalam Islam, yakni ketetapan yang ditetapkan oleh Allah Swt. berdasarkan dalil Al-Qur’an dan hadis demi keselamatan manusia.

Hardiknas seharusnya dijadikan momentum pembenahan kualitas pendidikan yang lebih baik dan saat untuk mengevaluasi sektor pendidikan karena begitu pentingnya pendidikan. Hardiknas jangan dijadikan upacara rutinitas saja setiap tahunnya, tetapi dalami hikmahnya dan hargai proses perjuangannya. Para pejuang pendidikan memiliki cita-cita mulia untuk mengharumkan bangsa. Jadi, janganlah kita terjebak oleh sistem kufur yang menyebabkan kemunduran berpikir. Kita harus tetap menjaga kewarasan dengan mengkaji hingga paham mana yang haram dan halal serta memahami mana yang benar dan mana yang salah.

Konsep guru dalam pandangan Islam ditempatkan pada posisi mulia karena tugas guru adalah berjuang mencetak manusia menjadi bisa dan membimbing anak didik tentang attitude yang baik. Guru juga membimbing anak sebagai murabbi yang mendidik rohani, jasmani, fisik, dan mental. Guru dalam Islam meriayah manusia agar berada pada titik kebahagiaan dunia dan akhirat.

Dalam hal ini, negara wajib hadir membenahi masalah pendidikan sebagaimana mandat konstitusi dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat. Dengan tegas, negara diwajibkan mencerdaskan kehidupan bangsa. Tidak mungkin pendidikan berjalan tanpa adanya guru, dan kesejahteraan guru wajib terjamin.

Negara dengan totalitas wajib mengevaluasi sektor pendidikan jika benar-benar mengharapkan kemajuan bangsa. Jika pendidikan sudah sehat, maka sehat pula sektor-sektor lainnya. Dengan demikian, lahirlah kesejahteraan, keamanan, dan keadilan, serta lenyaplah para koruptor. Indonesia tentu akan maju. Islam kafah solusi segala masalah. Wallahu a’lam bish-shawab.

Oleh: Ica
Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 9

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA