Tinta Media – Kita menyaksikan perdebatan tentang keaslian ijazah presiden ketujuh yang tak kunjung selesai. Dua belah pihak saling menyerang bukan untuk mencari kebenaran, melainkan kemenangan atas apa yang dibela dan dianggap benar. Mereka berbicara berapi-api tapi tidak fokus pada substansi. Mereka memiliki akhlak buruk yang sangat dibenci Rasullulah saat berbicara dengan lawan bicaranya. Mereka suka menghina dan menyombongkan diri dan bersikap arogan. Hal ini nampak jelas dari lisan mereka.
Ada tiga perkara yang paling dibenci Rasullulah karena termasuk akhlak buruk. Pertama, orang yang banyak bicara, tetapi tidak ada manfaatnya. Pembual atau pendusta pandai bersilat lidah tapi tidak sesuai dengan fakta bahkan sering disertai argumentasi logis dan yuridis, namun mengandung kebohongan dan tipuan. Dia suka memotong pembicaraan dan tidak mau mendengar lawan bicaranya.
Nabi saw. bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam…“ (HR Bukhari dan Muslim)
Banyak kata tetapi sedikit makna dan tidak sesuai fakta. Mereka itulah orang-orang munafik. Rasulullah saw. bersabda, “Tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila dipercaya ia berkhianat.” (HR Bukhari dan Muslim)
Kedua, Orang yang suka bicara berlebihan kepada orang lain. Dia berlagak fasih dengan tata bahasa yang menakjubkan. Jika bicara, bumbunya berlebihan hingga tak sesuai kenyaataan. Lihai dalam bertutur kata, tetapi hanya ingin dapat pujian. Tidak jarang pula, bahasanya indah namun berbisa dan suka mennghina lawan bicaranya. Susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah. Jika hati kotor, maka yang keluar dari lisan pun kotor. Jika baik, maka yang keluar dari ucapan juga baik.
Ketiga, orang yang menganggap dirinya paling hebat. Jika berbicara menyebutkan kelebihannya dan suka membesarkan diri. Ingatlah kesombongan akan berakhir dengan kehinaan dan azab Allah yang sangat pedih. Fir’aun yang mengaku Tuhan akhirnya ditenggelamkan di Laut Merah. Qarun yang pongah karena harta kekayaannya dilenyapkan ke perut bumi. Tetaplah rendah hati karena keangkuhan adalah awal dari semua kejatuhan.
Akhlak yang buruk dalam sistem kapitalisme banyak kita kita temukan di sekitar kita. Bahkan, dipertontonkan secara nasional dalam acara debat tentang keaslian ijazah presiden ke-7. Mereka berdebat, padahal tidak pernah melihat ijazah aslinya karena pemiliknya enggan untuk menunjukkan di depan publik.
Akhlak yang buruk saat berbicara juga ditunjukkan oleh para anggota dewan dan pejabat. Saat berbicara tidak dipikirkan dulu sehingga sering kata-kata yang terucap menyakiti hati rakyat.
Sistem kapitalisme telah membentuk pemikiran umat yang suka pamer dan bersikap arogan. Kita harus bisa membentengi diri dari pengaruh buruk kapitalisme dengan menjadikan Islam sebagai landasan berpikir sehingga terbentuklah akhlak yang mulia karena perilaku kita yang terbentuk dari pemahaman islami. Wallahualam bissawab.
Oleh: Mochamad Efendi
Sahabat Tinta Media
Views: 44
















