Negara Abai Atas Pemenuhan Kebutuhan Primer Air

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Air adalah salah satu kebutuhan dasar yang amat dibutuhkan
dalam berlangsungnya kehidupan manusia. Selain tubuh manusia membutuhkan peran
air agar senantiasa terhidrasi, air juga dibutuhkan untuk kebutuhan
sehari-hari. Baik itu membersihkan badan (mandi), bersuci, mencuci pakaian,
memasak dan lain-lain.

Dapat dilihat dari kondisi negara Indonesia saat ini, bahwa
di beberapa tempat rakyat sedang dalam krisis air bersih. Di mana kondisi ini
sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan perekonomian rakyat, yang membuat
masyarakat mau tidak mau harus membeli air galon atau air kemasan. Karena, air
tersebut sudah terjamin kebersihannya.

Kami lansir dari Indonesiabaik.id, Hasil Studi Kualitas Air
Minum Rumah Tangga (SKAMRT) dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2020
menyatakan, bahwa 7 dari 10 rumah tangga Indonesia mengonsumsi air minum yang
terkontaminasi bakteri Escherichia coli (E-coli). Dalam studi itu juga
memperlihatkan bahwa 31 persen rumah tangga di Indonesia mengonsumsi air isi
ulang, 15,9% dari sumur gali terlindungi, dan 14,1% dari sumur bor/pompa. Akses
air minum layak di Indonesia mencapai 93 persen. Sedangkan akses air minum aman
hanya 11,9 persen.

Ini tentunya, membuat masyarakat terutama masyarakat
menengah ke bawah lebih giat lagi dalam mencari penghasilan, apalagi setelah
terjadinya Covid-19 membuat rakyat banyak di PHK dari pekerjaan mereka dan
menyebabkan pengangguran.

Bambang Brodjonegoro seorang Ekonom senior yang merupakan
mantan Menteri Keuangan, mengatakan turunnya tingkat ekonomi kelas menengah di
Indonesia tidak hanya terjadi karena pandemi Covid-19 dan banyaknya pemutusan
hubungan kerja (PHK). Melainkan juga akibat kebiasaan sehari-hari kebutuhan
terhadap air kemasan, seperti galon.

Dia mengatakan bahwa, “selama ini secara tidak sadar itu
sudah menggerus income kita secara lumayan dengan style kita yang mengandalkan
semua kepada air galon, air botol dan segala macamnya.” Sebagaimana
pernyataannya di kantor Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). (CNBC
Indonesia/31/8/2024).

Dari sini sudah jelas bahwa negara lalai dalam menjalankan
tugas mereka mengatur dan mengurusi rakyatnya. Tidak heran lagi jika pemerintah
seperti itu di sistem sekarang yaitu kapitalisme beridekan sekularisme. Di mana
hanya ingin mendapat manfaat untuk individu saja tanpa memikirkan risiko dari
tindakan yang mereka ambil dan memisahkan agama dari kehidupan.

Jadi wajar jika kita lihat masyarakat kesulitan air bersih
karena negara/pemerintah memperjualbelikan air tersebut. Contohnya yaitu air
PDAM, yang mana kita harus membayar jika ingin menggunakan air PDAM. Memang
negara memberikan solusi tapi solusi yang tidak menyejahterakan rakyat dengan
membayar air tersebut. Kenyataan ini pada akhirnya menambah daftar beban yang
harus ditanggung oleh rakyat. Padahal sesungguhnya air sebagai sumber daya alam
yang tak pernah habis bisa didapatkan dengan mudah, layak serta gratis.

Berbeda halnya dengan Islam yang mana mabda sekaligus agama
ini memberikan solusi yang menyejahterakan rakyat. Air tidak akan
diperjualbelikan karena padang rumput, air, dan api itu milik Allah jadi tidak
boleh dimiliki oleh individu serta dijadikan ladang yang menua manfaat materi.
Sesuai dengan hadist Rasulullah yang artinya ,”kaum muslim berserikat dalam
tiga perkara yaitu padang rumput, air, dan api.” Bahkan jika ada tanah yang
terbengkalai atau tidak diurus, itu akan diurusi oleh Khalifah dalam sistem
Khilafah Islamiyah.

Oleh karena itu, tidak ada gunanya lagi berlama-lama dalam
sistem kapitalisme ini yang semakin merajalela dan menyesatkan. Maka, sudah
seharusnya negeri ini kembali ke Daulah Khilafah Islamiyah, kembali dari sistem
kufur menjadi sistem Islam. Hanya dengan dakwahlah sistem Islam akan bangkit
dan tegak kembali.

Wallahu a’lam Bishshawab.

Oleh: Nur Azizah Aulia Situmorang, Mahasiswi & Aktivis Dakwah

Loading

Views: 7

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA