Kenakalan Remaja Tuntas dengan Syariat Islam

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Kita mungkin sudah tidak asing lagi mendengar kasus kriminal
yang dilakukan oleh remaja. Berbagai berita 
berseliweran membahas perilaku remaja yang kian hari makin
memprihatinkan. Pemerintah pun tak absen dalam upaya mengatasi persoalan ini,
seperti  memberikan penyuluhan dan
bimbingan kepada para siswa melalui kunjungan ke sekolah. Seperti halnya yang
telah dilakukan oleh tim Polresta Bandung, yang baru-baru ini mengunjungi SMA
Negeri 1 Cileunyi dan mengopinikan kepada para siswa tentang bahaya kenakalan
remaja, semisal bullying, 
pelecehan,  kriminalitas, dan sebagainya,
karena kasus kenakalan remaja memang tak dapat dibiarkan begitu saja. Cepat
atau lambat, pasti dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat secara umum.

Studi menyatakan bahwa kehidupan dunia saat ini didominasi
oleh pemuda atau biasa disebut generasi Z (zillenials). Jika mereka rusak
karena berkualitas rendah,  maka
peradaban yang akan hadir pun adalah peradaban yang rusak, karena diisi dan
dipimpin oleh generasi yang rusak. Tentu hal ini tidak dapat dibiarkan, karena
akan berpengaruh kepada keberlangsungan sebuah bangsa (umat) serta
peradabannya.

 

Hal tersebut tak terlepas dari eratnya ikatan sekularisme
dalam kehidupan masyarakat saat ini, para remaja. Penerapan sekularisme yang
memisahkan agama dari kehidupan, membuat masyarakat tak bersandar pada aturan
hukum agama. Agama sekadar dijadikan aktivitas spiritual belaka.

Sekularisme sebagai asas dari sistem kapitalisme yang
diusung oleh barat, disebarkan ke setiap penjuru dunia, termasuk negeri Islam.
Sejak saat itu, umat Islam berkiblat kepada barat dalam menjalankan
kehidupannya. Kebebasan menjadi hal yang diagungkan dalam berbagai bidang
kehidupan, termasuk dalam pergaulan remaja. Manfaat dan keuntungan materi
menjadi tujuan dalam setiap perbuatan, tanpa mengenal halal-haram. Semua serba
boleh, tanpa batasan, hingga menciptakan berbagai kerusakan, baik pada
individu,  masyarakat, bahkan kenegaraan.

Munculnya kenakalan remaja hingga menjurus pada
kriminalitas, menunjukkan bahwa penerapan sistem kapitalisme telah gagal
melahirkan remaja yang bertanggung jawab dan siap menjalankan kehidupan yang
baik. Selain itu, negara pun tidak mampu menuntaskan persoalan kenakalan
remaja, karena solusi yang dibuat melalui penyuluhan kepada pelajar, tak cukup
memberi efek berarti bagi remaja, karena tidak menyentuh akar permasalahan.

Kenakalan remaja saat ini terbentuk bukan murni sebab dari
perilaku buruk individu saja,  melainkan
ada pengaruh dari kehidupan masyarakat yang telah rusak,  ditambah negara yang gagal dalam menjaga
moral masyarakat.

Remaja kerap kali disuguhi oleh konten-konten media sosial
yang tak bermoral yang dibuat oleh orang-orang tak bertanggung jawab.  Pornografi sudah menjadi konten yang tak tabu
lagi,  judi online,  pinjaman online,  pergaulan bebas serta berbagai macam
kemaksiatan telah mengisi kehidupan sehari-hari mereka.  Maka tak aneh jika perbuatan amoral sudah
menjamah kepada mereka. Ditambah sistem pendidikan saat ini yang pada faktanya
tak membentuk pelajar menjadi pribadi yang unggul dan bermoral. Justru
kebanyakan pelajar saat ini dibentuk menjadi pemenuhan kebutuhan industri,
sebagai buruh-buruh berupah murah.

Jika saja umat muslim saat ini menyadari bahwa kita telah
salah berkiblat dengan menyadari bahayanya penerapan sekularisme dalam
kehidupan,  maka tentu kita akan
meninggalkan gaya hidup bebas seperti ini. 
Karena kita tahu,  bahwa hanya
aturan agama yang dapat menjaga manusia dari berbagai perbuatan buruk yang
merusak.

Islam sebagai sebuah ideologi dan bukan hanya agama ritual
yang mengharuskan umatnya untuk beribadah saja, telah  mewajibkan umatnya untuk menerapkan seluruh
aturan syariat dalam kehidupannya. 
Karena Islam mengatur seluruh aspek kehidupan.

Oleh karena itu, Islam memiliki bentuk penjagaan khusus bagi
remaja dari berbagai kerusakan, termasuk kerusakan moral. Agama Islam akan
mendorong remaja untuk menjadi pribadi-pribadi yang taat kepada aturan Allah
dan Rasul-Nya serta menjauhi segala perbuatan buruk. Hal ini melibatkan peran
orang tua (keluarga), masyarakat yang kondusif dan peduli dengan Islam, dan
negara yang menerapkan aturan Islam.

Orang tua (keluarga) sebagai pembentuk pertama fondasi Islam
pada diri remaja. Pola asuh pola didik Islam ditanamkan, mulai dari perkara
keimanan, pengetahuan tentang syariat Islam dan pelaksanaannya, hingga dorongan
untuk menyiarkan Islam kepada orang lain. Hal ini didukung oleh masyarakat yang
juga peduli dengan Islam, melalui aktivitas amar makruf nahi munkar, yang
menjadikan Islam sebagai patokan dalam kehidupan , berupa halal-haram.

Tak hanya itu,  Islam
mewajibkan negara untuk menjaga masyarakat, termasuk remaja, dari berbagai hal
yang merusak melalui penerapan syariat Islam kaffah dalam seluruh aspek
kehidupan. Mulai dari sistem pendidikan yang bertujuan untuk mencetak
kepribadian Islam pada peserta didik, sistem pergaulan laki-laki dan perempuan
yang menjaga kehormatan mereka, hingga penjagaan negara dalam menjaga
masyarakat dari hal-hal yang merusak dari kebersihan dan kesuciannya dari konten
unfaedah di dalam media masa, baik cetak maupun elektronik.

Tentu saja, kondisi tersebut dapat terwujud jika sistem
kapitalisme liberalisme tidak diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara, diganti dengan penerapan sistem Islam yang menerapkan syariat Islam
secara kaffah dalam naungan khilafah Islamiyyah. Khilafah yang akan berfungsi
sebagai pelindung masyarakat, melalui kepemimpinan seorang khalifah. Sabda  Rasul Saw:

“Sesungguhnya imam/khalifah adalah perisai, orang-orang
berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung. Jika ia memerintahkan
ketakwaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan berlaku adil, baginya terdapat pahala
dan jika ia memerintahkan yang selainnya, ia harus bertanggung jawab atasnya.”
(HR Muslim).

Demikianlah, masalah kehidupan masyarakat dapat diselesaikan
secara tuntas oleh syariat Islam yang diterapkan oleh institusi khilafah,
termasuk masalah kenakalan remaja.

 Wallahua’lam
bisshawaab.

Oleh : Isnaeni Nur Azizah, Sahabat Tinta Media 

Loading

Views: 6

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA