Tinta Media – Sebanyak 400 lebih nyawa warga sipil Palestina telah syahid di Bulan Ramadhan yang mulia ini hanya dalam waktu kurang dari 60 menit. Israel kembali melakukan pembantaian, mereka kembali melancarkan serangan brutal di sepanjang jalur Gaza pada Selasa (18/3). Sementara itu selang satu hari pasca serangan yang dilakukan oleh Israel, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan yang membuat geram kita sebagai umat Islam dan tentu bagi semua yang mengecam kebrutalan Israel selama ini. Netanyahu mengatakan dalam salah satu wawancaranya bahwa serangan yang baru saja dilakukan Israel ini adalah “baru permulaan”.
Serangan ini juga merupakan serangan pertama Israel pasca disepakatinya gencatan senjata selama dua bulan terakhir. Hal ini seharusnya menjadi bukti nyata bahwa gencatan senjata bukanlah solusi paripurna bagi Palestina.
Mengutip apa yang disampaikan KH. Rochmat S Labib, dalam salah satu orasinya di Aksi Bela Palestina beberapa waktu yang lalu. Beliau mengatakan bahwa “Gencatan senjata bukanlah solusi. Begitu gencatan senjata selesai sesuai kesepakatan, mereka akan kembali menyerang, mereka akan kembali menyerbu, mereka akan kembali menjatuhkan bom-bom, dan rudal-rudal mereka kepada kaum muslim,”. Hari ini apa yang disampaikan Kyai Labib tersebut terbukti.
Satu-satunya solusi yang akan mampu menyelesaikan kebiadaban Israel adalah dengan adanya jihad fii sabilillah sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaiyhi wassalam dan diteladani oleh generasi-generasi setelahnya.
Hanya saja, dalam kondisi saat ini tidak ada Khilafah yang merupakan institusi sah pelaksana hukum-hukum syariah termasuk sebagai pihak berwenang yang bisa memobilisasi jihad tersebut, maka jihad tak akan pernah bisa terlaksana secara legal di bawah wewenang negara.
Hari ini, negeri-negeri kaum Muslimin terpecah-belah. Mereka bercerai-berai menjadi lebih dari 50 negara, padahal dahulu mereka disatukan dalam satu kekhilafahan yang menjadi adidaya meliputi 2/3 dunia. Tanpa Khilafah, umat Islam terus dijajah, kehormatan dan kemuliaan mereka dicederai, nyawa mereka seakan tak berarti sebagaimana yang dirasakan oleh saudara-saudara kita di Palestina sampai hari ini.
Maka, upaya mengembalikan Khilafah adalah keniscayaan. Memperjuangkannya adalah fardhu yang tidak bisa ditunda-tunda lagi. Umat Islam harus kembali memahami posisinya sebagai umat terbaik, sebagai khoirru ummah sebagaimana Janji Allah Subhanahu wata’ala.
Oleh karena itu agar Umat semakin tersadar, maka dakwah terkait urgensi Syariah dan Khilafah harus terus digencarkan. Sungguh Khilafah akan kembali sebagaimana sabda Nabi shalallahu ‘alaiyhi wassalam. “Tsuma takunu Khilafat[an] ‘ala Minhajin nubuwwah”. Akan kembalii masa kekkhilafahan sesuai manhaj kenabian. (HR. Ahmad)
Semoga Ramadhan kali ini adalah Ramadhan terakhir tanpa keberadaannya, sehingga dengan itu Palestina segera terbebas dari berbagai kezaliman yang dilakukan oleh Israel la’natulloh ‘alaiyhim.
Allohuma Aamiin.
Oleh: Rahmat S. At-Taluniy
Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 8
















