Menelaah Kecanduan Gadget dalam Perspektif Islam

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Indonesia saat ini menduduki posisi teratas dunia dalam hal lamanya waktu penggunaan internet lewat perangkat mobile. Menurut laporan Digital 2025 Global Overview Report, rata-rata orang Indonesia menghabiskan sekitar 7 jam 22 menit per hari untuk mengakses internet melalui ponsel. Jumlah tersebut secara signifikan melampaui rata-rata global yang berkisar sekitar 6 jam 38 menit. Selain itu, hampir 98,7% penduduk Indonesia berusia 16 tahun ke atas memakai ponsel untuk terhubung ke internet, menjadikan Indonesia negara dengan persentase pengguna ponsel tertinggi di dunia.

Kondisi ini mencerminkan tingginya ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap perangkat mobile dalam kehidupan sehari-hari. Gadget tidak lagi sekadar alat untuk berkomunikasi, melainkan telah berfungsi sebagai media hiburan, sarana belanja daring, alat kerja, hingga sumber informasi utama. Pola penggunaan seperti ini berisiko memicu kecanduan digital yang dapat mengganggu keseimbangan hidup, terutama bagi kalangan muda yang tengah berada dalam fase produktif dan pembentukan jati diri atau dalam pembentukan karakter.

Kecanduan terhadap gadget turut menimbulkan efek buruk bagi kesehatan fisik maupun mental. Pemakaian perangkat mobile secara berlebihan dapat mengakibatkan gangguan pada mata, seperti mata lelah dan kering, serta mengganggu pola tidur akibat paparan cahaya biru dari layar. Selain itu, minimnya aktivitas fisik karena terlalu sering menatap layar juga berpotensi meningkatkan risiko terjadinya obesitas.

Dari aspek kesehatan mental, ketergantungan pada gadget dapat memicu munculnya gangguan kecemasan, depresi, dan menurunnya kemampuan berinteraksi sosial. Remaja yang terlalu sering menggunakan perangkat digital berisiko mengalami penurunan dalam prestasi akademik, minimnya keterlibatan dalam pergaulan, serta kesulitan dalam mengendalikan emosi. Fakta ini menegaskan bahwa kecanduan gadget bukan hanya persoalan teknologi, melainkan juga menyangkut persoalan sosial dan psikologis yang perlu mendapat perhatian serius

Dalam Islam, umat diajarkan untuk menjaga keseimbangan di segala aspek kehidupan, termasuk dalam penggunaan teknologi. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Janganlah Berlebihan, Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan” (QS. Al-A’raf: 31)

Ayat ini mengingatkan kita agar tidak berlebihan dalam memanfaatkan sesuatu, termasuk gadget. Pemakaian teknologi yang berlebihan sampai mengabaikan kewajiban agama dan tanggung jawab sosial termasuk bentuk ketidakseimbangan yang dilarang Islam.

Rasullullah SAW bersabda :

“Di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat”
(HR. Tirmidzi)

Hadis tersebut menegaskan pentingnya meninggalkan kegiatan yang tidak memberikan manfaat, termasuk penggunaan gadget yang sia-sia. Islam mendorong umatnya untuk menggunakan waktu dengan hal-hal positif seperti beribadah, mencari ilmu, dan memperkuat hubungan sosial yang baik.

Untuk mengatasi ketergantungan pada gadget, umat Islam dapat mengimplementasikan ajaran-ajaran Islam dalam rutinitas harian. Langkah pertama adalah dengan menetapkan batasan waktu dalam menggunakan gadget, terutama untuk aktivitas yang kurang memberikan manfaat. Langkah kedua, mengalihkan waktu yang biasanya dihabiskan di depan layar ke kegiatan yang lebih bernilai seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, atau melakukan aktivitas fisik.

Langkah ketiga, menciptakan momen kebersamaan dengan keluarga sebagai waktu bebas dari gadget guna mempererat hubungan dan komunikasi. Langkah keempat, memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai dampak negatif dari kecanduan perangkat digital serta pentingnya bersikap bijak dalam memanfaatkan teknologi.

Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut, umat Islam dapat menjaga keseimbangan dalam menggunakan teknologi sekaligus menghindari efek buruk dari kecanduan gadget.

Gadget hanyalah sarana, bukan tujuan utama dalam hidup. Bila tangan kita terus terpaku pada layar namun hati menjauh dari Allah, itu pertanda bahwa arah hidup telah melenceng. Mari kembali kepada jati diri kita sebagai hamba Allah yang bijak dalam menggunakan teknologi, agar perangkat digital dapat membawa manfaat, bukan mudarat.

Oleh: Arbi Murad
Jurnalis

Views: 66

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA