Tinta Media – Pemerhati Remaja Kak Fifik mengatakan bahwa pemuda Islam saat ini lebih disibukkan dengan gadget.
“Kondisi pemuda muslim pada saat ini, mereka lebih disibukkan dengan gadget, contohnya scroll TikTok, nunggu diskon dari aplikasi belanja online,” tuturnya dalam acara kolaborasi remaja muslimah dari berbagai komunitas bertajuk “Back To Muslim Identity” di Bangil, Pasuruan, Sabtu (28/12/2024)
Hal ini, menurutnya, berbeda dengan pemuda muslim di era Rasulullah dan gemilangnya peradaban Islam. Kak Fifik menunjukkan beberapa nama tokoh muslim sebagai gambaran nyata peran pemuda muslim era Rasulullah dan gemilangnya peradaban Islam bukanlah khayalan tapi nyata.
“Profil pemuda muslim yang mempunyai peran penting di berbagai bidang ilmu, misalnya Muhammad Al-Fatih usia 21 tahun mampu menaklukkan Konstantinopel. Selain itu, Muhammad Al-Fatih berusia 7 tahun, ia sudah mampu menghafal Al- Qur’an. Selain itu, shahabiyah bernama Nusaibah binti Ka’ab atau dikenal dengan sebutan Ummu Imarah. Beliau memberikan seluruh hidupnya melindungi Rasulullah saat perang Uhud hingga ada 12 tusukan luka di tubuhnya,” jelas Kak Fifik.
Melalui teladan pemuda muslim tersebut, Kak Fifik mengajak para peserta khususnya dan semua pemuda muslim negeri ini untuk keluar dari zona nyamannya menuju perubahan hakiki.
“Perubahan apakah itu? Perubahan yang didasarkan pada keimanan sehingga pemuda muslim siap menjadi pemuda luar biasa menuju umat terbaik. Berbuat baik untuk diri sendiri dan orang lain terlebih dalam amar makruf nahi mungkar. Tak lupa juga menjadi bagian terpenting dari penyeru kebaikan untuk kejayaan Islam,” jelasnya.
Kak Fifik mengatakan, pemuda muslim mempunyai potensi yang sama, yang membedakan antara era Rasulullah dengan saat ini hanyalah keimanan.
“Kita sebagai pemuda muslim harus memiliki peran untuk eksternal maupun internal. Secara internal, pemuda muslim harus memiliki keimanan yang kuat. Secara eksternal, pemuda muslim harus baik juga kepada orang lain sesuai firman Allah SWT dalam QS. Al-Fushilat ayat 33. Karena kita makhluk sosial, kondisi iman kadang naik kadang turun sesuai firman Allah SWT dalam QS. Ali Imron: 104, maka kita membutuhkan support sistem yang membantu proses ketaatan kita. Amar makruf nahi mungkar menjadi tanggung jawab bersama sehingga dengan kerja sama, maka kebaikan Islam akan terasa indah dan mudah. Yuk! Berubah keluar dari zona nyaman,” beber Kak Fifik.
Acara di penghujung tahun 2024 ini dihadiri puluhan peserta dari Bangil, Rembang, Kalisat Kabupaten Pasuruan, Malang maupun Sidoarjo. Antusias peserta diliputi hangatnya ukhuwah yang terjalin menjadikan acara ini semakin luar biasa.[] Kak Zahwa/Kak Ira
![]()
Views: 15









