Mewujudkan Jihad untuk Palestina

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Solusi dua negara baru saja ditegaskan oleh Presiden Prabowo untuk Palestina. Muncullah respon pro dan kontra mengenai usulan ini. Terlebih, ketika mencermati lebih mendalam bahwa solusi dua negara ini bermakna memberikan wilayah Palestina kepada Israel.

Penjajahan Palestina

Konflik Palestina-Israel telah terjadi dalam jangka waktu yang lama. Sepanjang ini, ribuan nyawa telah hilang, bangunan dan rumah tinggal telah hancur, aktivitas sebagian penduduk asli Palestina lumpuh, serta perhatian publik dunia pada persoalan ini meningkat.

Pendudukan Israel di Palestina tak hanya melibatkan dua negara ini saja. Ada dukungan negara besar di balik Israel, baik dana, militer, ataupun keberpihakan di kancah internasional. Inilah yang menyebabkan ketidakseimbangan dengan Palestina yang seakan berjuang sendiri melawan kekuatan besar Israel dan sekutunya.

Wilayah Palestina makin menyempit, sedangkan sebagian besar wilayah aslinya sudah mulai dikuasai dan diduduki Israel dan warganya. Beragam solusi ditawarkan dan ditempuh. Diplomasi politik dimainkan di sidang besar perwakilan dunia. Agresi militer telah beberapa kali
disepakati. Hanya saja, berulang kali pula Israel ingkar dan kembali menyerang Palestina.

Boikot juga telah diserukan oleh sebagian masyarakat dunia yang peduli Palestina. Boikot   dilakukan pada beberapa produk yang disinyalir kuat berafiliasi dengan Israel, yaitu memberikan sekian porsi keuntungannya untuk mendukung militer Israel di Palestina.

Namun sayang, boikot ini pun juga belum berhasil mengakhiri konflik, walaupun beberapa laporan mengungkap tentang kerugian besar yang diterima oleh sebagian perusahaan produk ini akibat boikot yang dilakukan.

Yang terakhir adalah solusi dua negara untuk Palestina dan Israel. Baru-baru ini, Presiden Prabowo menandaskan hal tersebut saat melakukan pertemuan dengan Presiden Perancis, Immanuel Macron. Prabowo menegaskan akan mengakui Israel jika Israel mengakui Palestina. Indonesia juga siap untuk membuka kembali hubungan diplomatik dengan Israel.

Solusi Semu

Solusi dua negara sejatinya akan memberikan bagian wilayah Palestina untuk Israel. Israel sejatinya adalah penjajah yang menduduki dan menginvasi Palestina. Jadi, solusi dengan memberikan tanah Palestina untuk Israel sejatinya menjadi solusi yang absurd. Bagaimana bisa, memberikan tanah jajahan kepada sang penjajah?

Harusnya, apa yang dilakukan masyarakat dunia serupa dengan bagaimana Indonesia mengusir keluar penjajah Belanda dari tanah Indonesia, tanpa sedikit pun memberikan hak kepada Belanda untuk menguasai tanah air ini.

Demikian pula dengan Israel. Tanah Palestina telah menjadi daerah yang dikuasai oleh umat Islam semenjak pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Sepanjang masa berdirinya negara Islam, tanah ini tetap menjadi bagiannya.

Mengusir Israel dengan Jihad

Mengusir militer Israel tak bisa dilakukan oleh Palestina sendiri. Ini karena Israel didukung oleh negara-negara besar di dunia, seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan beberapa negara
lainnya.

Palestina dengan militernya yang sudah dibombardir sekian lama tak memiliki kemampuan untuk melawan kekuatan ini. Yang bisa mengalahkan kekuatan Israel ini adalah tentara yang dikirimkan oleh negeri-negeri Islam untuk membantu Palestina.

Namun sayang, sampai saat ini, tak ada penguasa negeri Islam yang bergerak aktif membantu militer Palestina untuk mengusir Israel. Bahkan sebaliknya, mereka pun bermanis muka terhadap para sekutu penjajah ini.

Penguasa muslim ini akan mengirimkan militernya untuk membantu Palestina jika mereka telah memiliki kesadaran akan kedudukan penjajahan di Palestina dan menyadari pentingnya untuk bersatu. Kesatuan negeri-negeri Islam inilah yang akan mampu mengusir Israel dari bumi Palestina. Negeri-negeri muslim memiliki satu suara untuk menyerukan jihad melawan Israel.

Hanya saja, jihad hanya bisa dilakukan dan dikomandoi oleh adanya institusi negara Islam. Negara Islam telah menjadikan jihad sebagai bagian dari politik luar negerinya selain dakwah.

Negara Islam memiliki komitmen untuk menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia, sampai seluruh manusia bisa mengenal Islam dan
mendapatkan nurnya. Negara Islam kemudian akan membawa mereka untuk menuju apa yang disebut sebagai rahmatan lil alamin.

Jihad dijalankan oleh departemen luar negeri negara Islam dengan mengerahkan tentara tentaranya. Negara Islam memberikan porsi anggaran yang mencukupi untuk langgengnya pelaksanaan jihad. Hal ini sebagaimana yang bisa kita lihat dari kuat dan agungnya militer di masa Khalifah Abbasiyah, sehingga mampu untuk menaklukan banyak wilayah, kemudian menyatukannya menjadi bagian negara.

Jihad seperti ini bisa dilakukan jika seluruh negeri muslim saat ini berlepas diri dari jeratan nasionalisme, kemudian menyatu sebagaimana
yang sudah dilakukan oleh Rasulullah saw. semenjak tiba di Madinah.

Kekuatan dari persatuan negeri-negeri muslim inilah yang akan mampu mengalahkan kekuatan Israel dan negeri-negeri besar pendukungnya. Sehingga, terwujudlah tujuan mengalahkan dan mengusir Israel dari Palestina.

Jadi, yang menjadi persoalan hari ini adalah menyatukan seluruh umat Islam di dunia yang terpecah oleh banyaknya sekat nasionalisme menjadi satu kesatuan. Inilah yang disebut sebagai daulah Khilafah Islamiyah. Wallahu’alam bishawab.

 

Oleh: Rochma Ummu Satirah,

Sahabat Tinta Media

Views: 17

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA