Tinta Media – Kondisi Gaza kian memburuk. Gaza dilumpuhkan, dibungkam, dan dihancurkan. Sinyal internet dan jaringan telekomunikasi diputus total pada Kamis (18/09). Bahkan, pemadaman tersebut dibarengi dengan pengepungan dengan masuknya tank-tank Israel ke jantung Kota Gaza. (Tribunnews.com, 19/09/2025)
Serangan demi serangan terus ditingkatkan oleh penjajah Zionis demi mendesak warga sipil untuk migrasi dan mengosongkan Gaza. Sayangnya, hingga saat ini belum ada satu pun negara termasuk negeri Muslim yang berdiri di sisi Gaza untuk membebaskan Gaza dari penjajahan dengan mengusir penjajah. Pemimpin negeri-negeri Muslim termasuk Indonesia justru ikut menyuarakan solusi dua negara. Semua itu demi mengambil posisi aman dengan AS sebagai sekutu Israel.
Ilusi Solusi Dua Negara
Solusi dua negara dianggap sebagai langkah tepat untuk mengakui kemerdekaan Palestina. Padahal, solusi dua negara sama saja dengan menyerahkan sebagian wilayah Palestina kepada penjajah. Mengakui kemerdekaan Palestina juga sama saja dengan mengakui pencaplokan oleh entitas Yahudi 70% sampai 80% wilayah muslim Palestina. Artinya, sama dengan mendukung penjajahan di muka bumi.
Para pemimpin negara di dunia tidak sadar bahwa solusi dua negara yang dicetuskan Amerika Serikat merupakan bentuk pupusnya harapan AS terhadap keteguhan warga Gaza dan para mujahid. Mereka juga tidak menyadari bahwa solusi itu hanyalah ilusi yang justru menjauhkan pembebasan Gaza dari pendudukan entitas Yahudi.
Gaza Butuh Tentara Pembebas
Sejatinya yang dibutuhkan Gaza, Palestina adalah kebebasan berada di wilayahnya secara utuh. Tanah Palestina harus tetap utuh dan penjajah tidak lagi menginjakkan kaki mereka di tanah para nabi. Oleh karena itu, Gaza tidak butuh solusi dua negara. Gaza hanya butuh pasukan tentara yang berdiri di samping mereka untuk membebaskan mereka dari penjajahan dengan mengusir keberadaan penjajah dari wilayahnya. Itulah solusi syar’i yang hakiki, yakni dengan mengerahkan tentara Muslim untuk jihad fi sabilillah.
Hal tersebut jelas diperintahkan oleh Allah Swt. agar kaum Muslimin memerangi musuh dari tempat mereka memerangi kaum Muslimin. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam surat al-Baqarah ayat 190, “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.“
Ayat itu memberikan izin untuk berperang melawan musuh yang memerangi, tetapi melarang tindakan melampaui batas. Kezaliman yang dilakukan musuh, termasuk pengusiran dari tempat tinggal, menjadi alasan dibolehkannya perlawanan. Maka jelas, tindakan genosida warga Gaza oleh entitas Yahudi telah menjadi penyebab diwajibkannya memerangi mereka oleh kaum Muslimin.
Tentara Muslim adalah tentara kuat yang bertindak atas landasan keimanan. Bagi mereka hanya ada menang atau mati syahid yang dijamin surga tanpa hisab. Itulah pendorong kekuatan mereka demi mencapai kemuliaan kaum Muslimin dan keagungan Islam.
Tidak hanya itu, kaum Muslimin juga harus menegakkan institusi yang akan menjaga Gaza dan kaum Muslimin di seluruh dunia dengan menerapkan syariat Islam. Institusi tersebut adalah Khilafah Islamiyyah yang akan membebaskan umat Islam dari penindasan dan kezaliman di seluruh dunia. Wallahualam bissawab.
Oleh: Wida Nusaibah
Sahabat Tinta Media
Views: 16
















