Generasi Rapuh di Bawah Didikan Sistem Sekuler

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Dua anak di Jawa Barat—seorang berusia 10 tahun di Cianjur dan seorang lagi berusia 14 tahun di Sukabumi—ditemukan meninggal dunia diduga akibat bunuh diri. Kasus memilukan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi psikologis anak. Para psikolog menilai, generasi alfa cenderung lebih rentan terhadap tekanan dan memiliki ketahanan mental yang lebih rapuh. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan keprihatinannya dan menurunkan tim khusus untuk menyelidiki serta memberikan pendampingan kepada keluarga korban. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan adanya pendampingan psikososial serta pengawasan lebih ketat di lingkungan sekolah. (Kompas.id, 31/10/2025)

Meningkatnya angka bunuh diri di kalangan pelajar harus menjadi alarm bahaya bagi dunia pendidikan kita. Tidak semua kasus bunuh diri dipicu oleh perundungan, melainkan menunjukkan rapuhnya kepribadian dan ketahanan mental remaja. Bunuh diri sering kali merupakan puncak dari gangguan mental yang tidak tertangani dengan baik. Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, seperti tekanan ekonomi, konflik keluarga, perceraian orang tua, tuntutan gaya hidup, hingga hilangnya makna hidup. Maka diperlukan pendekatan yang menyeluruh—tidak hanya medis atau psikologis—tetapi juga spiritual dan ideologis, untuk mencegah serta menangani fenomena ini secara tuntas.

Bukti Kegagalan Sistem Kapitalisme Sekuler

Sistem sekuler kapitalis yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat telah melahirkan berbagai persoalan, termasuk meningkatnya angka bunuh diri. Sistem ini menolak agama sebagai pedoman hidup dan memisahkan nilai-nilai spiritual dari seluruh aspek kehidupan. Akibatnya, keluarga dan masyarakat kehilangan arah, jauh dari ketakwaan, dan lemahnya keimanan. Fokus hidup hanya tertuju pada pencapaian materi, sementara aspek moral dan spiritual terabaikan. Akidah keluarga pun menjadi rapuh; halal dan haram tidak lagi dijadikan ukuran dalam bertindak. Ketika tekanan hidup datang, banyak yang kehilangan pegangan iman, karena Islam hanya dipahami sebatas ritual, bukan sistem kehidupan yang memberi solusi.

Inilah akar persoalan dari meningkatnya kasus bunuh diri: rusaknya sistem kapitalisme yang tidak mampu menumbuhkan keimanan dan ketenangan hidup. Sudah saatnya umat Islam kembali pada sistem yang benar, yaitu sistem Islam, yang mampu memberikan panduan hidup yang adil, seimbang, dan menenteramkan.

Pandangan Islam Tentang Bunuh Diri

Dalam Islam, nyawa manusia adalah amanah dari Allah Swt., sehingga bunuh diri merupakan dosa besar dan haram hukumnya. Allah Swt. berfirman: “Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisa [4]: 29)

Islam memberikan panduan hidup yang menumbuhkan ketenangan jiwa dan mencegah keputusasaan. Akidah Islam menanamkan kesadaran bahwa hidup adalah untuk beribadah kepada Allah, bukan sekadar mengejar dunia. Karena itu, bunuh diri bukanlah pilihan, melainkan bentuk keputusasaan yang lahir dari sistem yang gagal menyelesaikan persoalan hidup.

Ketika syariat Islam diterapkan secara menyeluruh, negara akan berperan sebagai _raa’in_ (pengurus) yang bertanggung jawab penuh terhadap rakyat. Negara menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok, membuka lapangan kerja, dan mengelola sumber daya alam untuk kemakmuran seluruh umat.

Dengan penerapan sistem Islam, masyarakat akan hidup dalam suasana ketakwaan, kesejahteraan, dan keamanan. Jiwa manusia akan terjaga dari kegelisahan dan keputusasaan. Negara akan hadir sebagai pelayan umat, memastikan setiap individu hidup dalam ketenangan dan kesejahteraan. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Rukmini,

Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 33

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA