Tinta Media – Baru-baru ini diketahui adanya kampung narkoba di wilayah Surabaya. Polisi menemukan sebuah bunker narkoba di salah satu rumah. Terbaru, BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi) Jatim melakukan tes urine terhadap puluhan pelajar di Jalan Kunti, dan hasilnya menunjukkan ada 15 siswa SMP yang positif narkoba. Belum diketahui jenis narkoba yang mereka konsumsi.
Temuan ini semakin menambah panjang daftar kasus narkoba yang menyasar para pelajar. Bukan hanya masyarakat umum, kini kalangan siswa pun telah ikut terjerat. Padahal, para pelajar seharusnya memahami efek samping dan risiko yang akan mereka dapatkan jika mengonsumsi barang haram tersebut. Namun, dengan maraknya peredaran narkoba yang begitu mudah ditemukan di masyarakat, ditambah keberanian oknum menjualnya secara terbuka tanpa peduli siapa pembelinya, kondisi ini tentu sangat membahayakan generasi mendatang.
Kampung atau lingkungan yang semestinya menjadi tempat aman dan menjadi pengontrol bagi para pelajar, justru menjadi tempat yang merusak mereka. Peran keluarga dan masyarakat sekitar seharusnya lebih peka terhadap fenomena ini dan melindungi anak-anak mereka. Pendidikan dalam keluarga pun penting agar anak paham mana yang baik dan mana yang tidak. Inilah akibat dari sistem kapitalisme yang hanya mementingkan keuntungan pemilik modal tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan.
Jika pelajar SMP saja sudah banyak yang memakai, bagaimana nasib generasi kita ke depan? Tidak akan ada lagi generasi muda yang bersih; justru semakin banyak yang rusak. Negara pun harusnya paham dan mampu mencegah hal ini. Negara seharusnya melindungi rakyatnya, memberikan edukasi tegas bahwa narkoba dilarang dan merusak fisik serta pola pikir manusia. Namun, hukum di negeri ini belum mampu memberantas narkoba. Lemahnya penegakan hukum membuat para pelaku dan pengedar tidak jera.
Dalam Islam, hal ini tidak akan terjadi karena sudah jelas terdapat pelarangan. Orang tua memberikan pendidikan iman dan karakter yang kukuh agar anak terhindar dari pergaulan buruk. Ketika akhlak kuat, remaja akan lebih mudah menolak ajakan negatif. Komunikasi yang hangat, perhatian, dan pengawasan yang wajar sangat dibutuhkan agar remaja tidak mencari pelarian. Orang tua adalah penjaga bagi keluarganya.
Dalam Islam, narkoba termasuk kategori khamar atau zat memabukkan yang dilarang keras. Penegakan hukum yang tegas dan memberi efek jera penting untuk melindungi masyarakat dan generasi muda. Maraknya remaja SMP yang terjerat narkoba bukanlah masalah kecil—ini tanda bahwa generasi kita terancam secara moral dan mental. Dengan memahami akar masalah dan menerapkan solusi berbasis ajaran Islam mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan sosial, kita dapat mencegah kehancuran remaja. Generasi muda adalah amanah, menjaga mereka adalah tanggung jawab bersama.
Hadirnya Daulah Islam akan memberikan kejelasan hukum dalam memutus rantai peredaran narkoba, bukan hanya menangkap pelaku yang terlihat, tetapi juga menelusuri sumbernya serta menutup semua celah masuknya barang haram tersebut ke wilayah Daulah. Wallahualam bissawab.
Oleh: Melda Utari,
Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 42
















