Tinta Media – Direktur The Economic Future Islamic (TEFI), Yuana Tri Utomo, mengungkapkan bahwa dampak kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tergantung pada sistem yang menaunginya.
“Memang AI, Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan ini termasuk di dalamnya ada otomatisasi, memang bisa menjadi rahmat atau bahkan bisa menjadi malapetaka, itu tergantung pada sistem yang menaunginya,” ujarnya dalam acara Kabar Petang: Artificial Intelligence Akan Menggantikan? Tonton Sebelum Terlambat! di kanal YouTube Khilafah News, Rabu (5/11/2025).
Ia menyatakan, dalam sistem kapitalisme saat ini, penerapan AI justru menimbulkan dampak negatif terhadap manusia.
“Dalam sistem kapitalisme sekarang, yang terjadi efisiensi meningkat, tapi manusia terpinggirkan, pekerjaan hilang, dan makna kerja menjadi lenyap,” ucapnya.
Berbeda halnya dengan sistem Islam, lanjut Yuana, AI justru akan berperan positif dalam membantu kehidupan manusia.
“Kalau sistemnya sistem Islam, maka AI akan menjadi sarana untuk mempercepat layanan publik, mengurangi beban manusia, dan menegakkan keadilan,” tuturnya.
Menurut Yuana, yang bermasalah itu bukan pada kecerdasan buatannya, tapi pada sistem ekonominya.
Maka, sambungnya, Ia mempertanyakan, apakah sistem ekonominya yang kehilangan kecerdasan moral seperti Kapitalisme saat ini, atau sistem ekonomi Islam yang berbasis keadilan.
“Apakah sistem ekonominya yang kehilangan kecerdasan moral, atau sistem ekonomi Islam yang berbasis keadilan distribusi, larangan eksploitasi berbasis kerakusan dan sebagainya,” tandasnya.[] Nandang Fathurrohman
![]()
Views: 69
















