Jurnalis: Dalam Kapitalisme, Negara Lebih Banyak sebagai Regulator

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Jurnalis Senior Joko Prasetyo mengungkapkan bahwa dalam sistem Kapitalisme, fungsi negara lebih banyak sebagai regulator kepentingan ekonomi para kapitalis (pemilik modal), bukan pengurus rakyat secara langsung.

“Dalam sistem kapitalisme, negara lebih banyak berfungsi sebagai regulator yang mengatur berbagai kepentingan ekonomi,” tuturnya sebagaimana rilis yang diterima Tinta Media pada Kamis (21/6/2026).

Negara, lanjutnya, tidak hadir sebagai pengurus rakyat secara penuh sebagaimana yang diajarkan Islam.

Om Joy, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa akibat dari penerapan sistem kapitalisme banyak urusan yang semestinya menjadi tanggung jawab negara justru diserahkan kepada mekanisme pasar.

“Kepentingan publik pun sering kali harus berhadapan dengan kepentingan korporasi yang berorientasi keuntungan,” ujarnya.

Berbagai solusi yang diberikan pun, kata Om Joy, hanya bersifat tambal sulam. Ibarat mengganti daun yang layu tanpa menyentuh akar pohon yang sakit.

“Ketika penerimaan negara dianggap kurang, pajak diperluas. Ketika anggaran membengkak, utang ditambah. Ketika harga naik, rakyat diminta bersabar. Ketika saya beli menurun, bantuan sosial digelontorkan,” bebernya.

Terakhir ia mengatakan, berbagai persoalan akan terus bermunculan dalam bentuk yang berbeda jika sistem kapitalisme terus dipertahankan.

“Tidak mengherankan jika persoalan yang sama terus muncul dalam bentuk yang berbeda, karena yang berubah hanya kemasannya sementara akar kerusakannya tetap dibiarkan hidup,” pungkasnya.[] Nur Salamah

Loading

Views: 7

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA