Tinta Media – Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menilai, bergabungnya sejumlah negara termasuk Indonesia ke dalam Board of Peace (BoP) bentukan Amerika Serikat (AS) karena politik pragmatis.
“Inilah politik pragmatis, pertimbangan kekuasaan politik,” tuturnya dalam video Perang Dunia 3: Mengapa Negara Islam Takut Melawan? Di kanal YouTube UIY Official, Rabu (4/2/2026).
“Politik yang jika tidak bisa melawan, ya ngikut,” imbuhnya.
Menurut UIY, kalau betul itu untuk perdamaian, semua negara seharusnya akan bisa melihat itu dan bergabung ke dalam BoP. “Tetapi ketika Inggris tak mau, Perancis juga, Swedia, Denmark, Spanyol, apalagi Rusia, kemudian Cina dan banyak lagi negara (yang tidak bergabung),” sebutnya mengemukakan.
Ia melanjutkan bahwa hanya 22 negara yang bergabung. “Dan itu pun kita lihat negara-negara yang memang tidak punya pilihan untuk bergabung,” terangnya.
“Maksudnya tidak ada banyak yang keberatan,” tambahnya.
UIY melihat bahwa semua negara-negara yang disebutnya keberatan, justru menunjukkan bahwa ada sesuatu di balik BoP ini. “Nah, ketika semua negara-negara yang tadi disebut keberatan, menunjukkan mereka tahu apa dibalik itu semua,” tandasnya.[] Ajira
![]()
Views: 17
















