Dr Hakim: Mengikuti Aturan Al-Qur’an Akan Mewujudkan Kedamaian dan Kesejahteraan

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Ulama Jawa Barat Dr. Hakim Abdurrahman memastikan siapa pun yang mengikuti aturan dalam Al-Qur’an pasti damai dan sejahtera.

”Siapa pun yang beriman kepada al-Khaliq yaitu Allah SWT dan mengikuti aturan yang ada di dalam Al-Qur’an maka akan terwujud kedamaian dan kesejahteraan,” ungkapnya dalam video yang bertajuk ”Nuzulul Qur’an dan Perubahan Politik Islam” Senin (9/3/2026) melalui kanal YouTube Rayah TV.

Ia beralasan, saat manusia menggunakan karunia Allah berupa akal akan sampai pada kesimpulan bahwa di balik alam semesta, manusia, dan kehidupan, itu ada al-Khaliq Mudabbir (Pencipta, Pengatur) yaitu Allah SWT.

Ia melanjutkan, Allah SWT menurunkan Al-Qur’an yang dengan Al-Qur’an itu Allah bukan hanya memperkenalkan Dirinya dalam sifat dan namaNya, tetapi dalam Al-Qur’an juga ada petunjuk. ”Bahkan petunjuk yang sangat jelas dan pembeda mana yang haq dan mana yang bathil,” tandasnya.

Hakim juga menjelaskan bahwa Al-Qur’an pernah diterapkan oleh kaum Muslim dalam institusi formal sehingga terwujud kedamaian dan kesejahteraan. Namun ia menyesalkan sejak institusi formal penerap Al-Qur’an yaitu Khilafah runtuh pada 1924, Al-Qur’an tidak lagi diterapkan oleh institusi formal. ”Tidak ada satupun komunitas ataupun negara yang memformalkan aturan-aturan Allah SWT.,” sedihnya.

Ini, lanjutnya, meniscayakan ketidakterwujudan kedamaian dan kesejahteraan, sebaliknya terjadi dominasi antara satu pihak dengan pihak lain. Dunia dipimpin oleh orang-orang kafir. ”Paska Perang Dunia I dunia dipimpin Inggris, paska Perang Dunia II, dunia dipimpin Amerika sampai sekarang,” jelasnya.

Orang-orang kafir itu, kata Hakim, tidak mengakui Allah SWT sebagai Pencipta, mengingkari Al-Qur’an, tidak bisa menerima aturan Allah, sehingga meniscayakan perang yang menelan korban puluhan juta orang. ”Dalam sejarah kaum muslimin enggak ada seperti itu,” tandasnya.

Selain perang, lanjutnya, penjajahanpun terus berlangsung hingga sekarang. ”Bagaimana Venezuela dicaplok oleh Amerika. Ada BoP (Board of Peace) untuk Palestina, yang terbaru adalah Amerika bersama Yahudi Israel menyerang Iran,” bebernya.

Ia menegaskan, motif di balik itu semua adalah penguasaan sumber daya alam, sehingga kekayaan hanya menumpuk di beberapa gelintir orang.

Diimplementasikan

Oleh karena itu Dr. Hakim menekankan pentingnya memaknai Nuzulul Qur’an dengan benar, bahwa Al-Qur’an itu turun untuk diimplementasikan sebagai aturan hidup secara formal dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

”Ketika kaum muslimin memaknai nuzul Qur’an hanya sebagai bacaan maka seperti kata Allah, kita ini golongan yang mahjuro, kita ini orang yang mengabaikan al-Qur’an, kalau sekedar dibaca tapi kemudian kita tidak implementasikan Al-Qur’an itu sebagai aturan hidup secara formal dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” tandasnya.

Ia meyakini, kalau kaum Muslimin tidak memahami makna turunnya Al-Qur’an secara tuntas bahwa Al-Qur’an itu turun untuk mengurus dunia, maka hegemoni Amerika akan terus berlangsung.

”Satu-satunya jalan bagi kita untuk menghentikan penjajahan dari kesadaran nuzulul Qur’an adalah mewujudkan Khilafah Islamiyah yang nanti akan menjadi instrumen melawan penjajah yang dipimpin Amerika,” bebernya.

Terakhir ia menegaskan ulang bagaimana memaknai Nuzulul Qur’an. ”Kita harus membumikan Al-Qur’an sehingga kita bisa mewujudkan dunia yang sejahtera, damai, dan rahmat bagi alam,” pungkasnya.[] Irianti Aminatun

Loading

Views: 21

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA