Penderitaan Gaza Palestina akan Berakhir dengan Tegaknya Khilafah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads
Penderitaan Gaza Palestina akan Berakhir dengan Tegaknya Khilafah

Tinta Media – Pada hari Jumat, sekitar 2,4 juta warga Gaza merayakan Hari Raya Idulfitri di tengah krisis kemanusiaan yang sangat parah, kehancuran infrastruktur, kekurangan air bersih, obat-obatan, dan pangan. Tahun ini, mereka merayakan hari raya tanpa suka cita, justru dalam kondisi serba susah dan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Ungkapan tersebut dinyatakan oleh Kantor Media Pemerintah Gaza (minanews.net, 01/04/2026).

Pasukan Israel juga disebut telah melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata sejak Oktober 2025 lebih dari 2.000 kali. Bentuk pelanggaran tersebut antara lain serangan udara yang telah menewaskan sedikitnya 677 warga Palestina dan melukai lebih dari 1.800 lainnya, sebagian besar warga sipil, serta serangan darat. Mirisnya, pengiriman bantuan juga sangat terhambat. Dari jumlah truk bantuan yang diharapkan masuk ke Gaza, hanya sekitar 40 persen yang dapat masuk karena diblokade.

Setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel memerangi Iran, nasib warga Jalur Gaza, Palestina, makin mengenaskan. Bahkan, dalam suasana Hari Raya Idulfitri, mereka justru dirundung kesedihan karena kurangnya makanan hingga kelaparan. Sementara itu, kaum Muslim lainnya bersuka cita merayakan Idulfitri dengan nyaman dan penuh kebahagiaan, sedangkan kita juga merasakan penderitaan rakyat Palestina yang serba sulit.

Namun, negeri-negeri Muslim lainnya seperti Arab Saudi seolah menutup mata, bahkan bersekutu dengan kaum kafir. Sungguh miris melihat negara-negara Arab yang berkhianat dan saling bermesraan dengan negara penjajah. Bukan saja pemimpin negara Arab, pemimpin negara Indonesia pun sudah berkhianat dan lebih memilih masuk lembaga buatan penjajah. Sesungguhnya, itulah yang menyakiti hati kaum Muslim.

Padahal, penderitaan warga Gaza saat ini seharusnya juga dirasakan oleh semua kaum Muslim di seluruh dunia. Islam memandang bahwa kaum Muslim itu ibarat satu tubuh dan mereka bersaudara tanpa sekat. Walaupun warga Gaza berada jauh dari kita, mereka adalah saudara seakidah yang harus saling membantu dan berempati. Suasana Idulfitri seharusnya dapat dirasakan oleh semua Muslim dengan sukacita dan bahagia. Akan tetapi, faktanya mereka terpinggirkan dan tidak diperhatikan.

Walaupun gencatan senjata dan upaya perdamaian dilakukan, nasib Palestina tidak berubah. Bahkan, kemerdekaan Palestina sama sekali tidak menjadi prioritas AS, apalagi zionis Israel. Dua negara tersebut hanya berfokus pada hegemoni kekuasaan dunia. Palestina akan terus tertindas dan menderita selama negeri-negeri Muslim masih tunduk pada Amerika Serikat. Negeri-negeri Muslim tidak memiliki nyali untuk melawan hegemoni kekuasaan AS, kecuali Iran. Itulah sebabnya AS terus menekan dan mengancam Iran agar mau tunduk.

Seharusnya memang seperti itu, kaum Muslim harus lemah lembut terhadap sesama Muslim dan bersikap tegas terhadap orang kafir. Semua telah dijelaskan dalam Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Untuk membebaskan penderitaan warga Gaza, tentunya dibutuhkan ukhuah islamiah sebagai pengikat. Adanya persatuan seluruh kaum Muslim di dunia akan mampu mengusir penjajah zionis Israel dan sekutunya.

Oleh sebab itu, kaum Muslim harus memiliki kesadaran akan pentingnya persatuan umat global dan bahaya sekat nasionalisme. Tanpa persatuan global, kaum Muslim akan tetap menjadi bulan-bulanan kaum kafir dan bagaikan buih di lautan yang tidak berguna. Umat Islam juga harus memahami bahwa jihad dalam satu komando seorang khalifah adalah satu-satunya cara untuk membebaskan Palestina. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah negara Khilafah yang akan menggetarkan musuh-musuh Islam. Semoga umat semakin sadar akan pentingnya penerapan syariat Islam secara kafah dan turut memperjuangkan tegaknya Khilafah. Aamiin.

Oleh: Dartem
Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 12

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA