Aktivis: Umat Islam Memiliki Potensi Kekuatan Politik Internasional

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads
Aktivis: Umat Islam Memiliki Potensi Kekuatan Politik Internasional

Tinta Media – Perlawanan Iran yang mampu membendung serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel, menurut Aktivis Muslimah Ustazah Iffah Ainur Rochmah mestinya menyadarkan bahwa umat Islam memiliki potensi kekuatan politik internasional yang patut diperhitungkan.

“Sahabat yang dirahmati Allah, dari apa yang ditunjukkan oleh Iran mestinya menyadarkan kita bahwa umat Islam memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi sebuah peradaban besar, menjadi sebuah kekuatan politik internasional yang patut diperhitungkan,” ujarnya dalam acara Worldview bertajuk Muslim Mendukung Iran? Selasa (14/4/2026) di kanal YouTube Iffah Ainur Rochmah Official.

Sebab menurutnya, baru satu negeri Islam seperti Iran yang menggunakan kekuatan geopolitiknya, kekuatan geostrategisnya, penggunaan Selat Hormuz-nya yang menjadi posisi tawar tersendiri di hadapan musuh-musuhnya.

Dan tentu yang paling mendasar, ungkap Iffah, adalah kekuatan spiritual, kekuatan ruhiah yang dimilikinya untuk membela saudara-saudaranya di Palestina dan seterusnya, ini sudah cukup menggentarkan musuh-musuhnya.

“Apalagi jika kemudian kekuatan yang dimiliki oleh kaum Muslimin ini tidak terkotak-kotak pada satu area seperti apa yang hari ini terjadi, yakni Iran seolah-olah adalah satu area yang terpisah dari negeri-negeri Islam yang lain,” ujarnya.

Kalau disatukan lanjutnya, kekuatan yang dimiliki oleh kaum muslimin di berbagai area, maka ini tentu adalah kekuatan yang luar biasa untuk membangun sebuah peradaban yang tidak bisa diremehkan dan bahkan bisa menjadi peradaban terkuat di dunia.

“Tentu saja ini semua mensyaratkan bila hukum syariat dipraktikkan secara sempurna, sistem politik yang dipakai itu adalah sistem politik Islam yang kita kenal dengan sistem khilafah sebagaimana istilah yang disampaikan oleh para ulama di dalam kitab-kitab fikihnya,” jelasnya.

Karena itu bebernya, umat Islam seluruh dunia harus yakin mampu untuk menghadapi kekuatan di luar Islam, termasuk menghadapi kekuatan koalisi Amerika Serikat dan negara-negara pendukung di belakangnya.

“Hanya jika syariat Islam dipraktikkan, hanya jika sistem khilafah menjadi panduan mereka,” jelasnya.

Seandainya hari ini Iran masih mempertimbangkan resep-resep yang tidak berasal dari Islam jelasnya, baik itu berupa negosiasi dengan pihak lawan atau perundingan-perundingan untuk kepentingan nasional Iran bukan untuk kepentingan Islam dan tidak mengindahkan syariat Islam untuk total dipraktikkan, maka tentu umat Islam tidak bisa mengharapkan bahwa perlawanan yang sudah ditunjukkan oleh Iran selama selama satu bulan lebih ini nanti, akan berakhir dengan kemenangan Islam dan kemenangan kaum Muslimin.

“Kemenangan tentu saja dari pihak-pihak yang menzalimi kaum Muslimin di Palestina dan seterusnya. Inilah sahabat tiga poin yang saya anggap sangat penting untuk merespon apa yang sedang terjadi di Iran,” tuturnya.

Dan jika hari ini, menurut Iffah, Iran sudah menunjukkan sikap beraninya di hadapan musuh-musuhnya, maka tentu saja kita semua sebagai kaum muslimin harus memberikan dukungan.

“Dengan sebuah syarat bahwa semuanya dilakukan dengan niat untuk memenuhi apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan berpegang kepada hukum-hukum syariat bukan demi kepentingan-kepentingan nasional ataupun kepentingan rezim yang bersifat sementara,” pungkasnya.[] Setiyawan Dwi

Loading

Views: 8

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA