Peneliti Ungkap Fenomena Kartelisasi Politik di Parlemen

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads
Peneliti Ungkap Fenomena Kartelisasi Politik di Parlemen

Tinta Media – Peneliti terkemuka, Prof. Sulfikar Amir, Ph.D., mengungkapkan fenomena kartelisasi politik di parlemen.

“Apa yang kita lihat di parlemen sebenarnya kan bentuk kartelisasi politik,” ungkapnya di acara SPEAK UP, Prof Sulfikar: Pengamat Tidak Inflasi. Kritikan Bukan Upaya Makar|# SPEAK UP, di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP pada Sabtu (18/04/2026).

Kartelisasi adalah, jelas Sulfikar, istilah ketika sekelompok pengusaha/ penjual bekerja sama yang kemudian menentukan harga, sehingga konsumen tidak bisa menerima apa yang ditawarkan.

Ia menilai, ini yang dilakukan oleh Prabowo dan partai-partai di DPR. “Semua dikuasai. Semua masuk bagian pemerintahan. Kecuali PDIP dan Nasdem,” sebutnya.

Jadi, lanjutnya, ada dua partai yang tidak memiliki wakil di kabinet. Namun kedua partai tersebut tidak berani mengklaim sebagai aposisi.

“Mereka mendukung pemerintahan Prabowo walaupun bukan bagian dari kabinet,” ungkapnya.

Dalam kondisi politik kartel yang begitu kuat yang terjadi di parlemen, kata Sulfikar, mereka tidak bisa mengkritik program-program dan kebijakan-kebijakan serta keputusan-keputusan yang dibuat oleh Prabowo.

“Dampak yang luar biasa buat negeri ini,” tukasnya.

Karena itulah, nilainya, para cendekiawan ini muncul. Karena siapa pun yang memiliki pengetahuan pasti memiliki keprihatinan.

“Kalau saya tahu ada satu kondisi di mana ada sekelompok masyarakat yang akan mengalami kemelaratan akibat satu kebijakan, saya enggak bisa tinggal diam. Cendekiawan kan begitu,” ujar Sulfikar.

Sulfikar juga mengatakan bahwa seorang cendekiawan tidak akan bisa diam karena memiliki pengetahuan dan suara.

“Keluarlah lontaran-lontaran itu. Tapi ya cuma itu yang dimiliki oleh cendekiawan,” tegasnya.

Terakhir, ia menekankan bahwa tidak boleh menganggap para cendekiawan itu memiliki makar.

“Tidak boleh mereka dianggap sebagai kelompok yang memiliki kemampuan untuk melakukan makar. Karena cuma suara aja yang mereka punya. Kata-kata aja yang mereka punya. Begitu,” pungkasnya.[] Nur Salamah

Loading

Views: 7

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA