Pakar: Negosiasi Iran-Amis Bagian dari Strategi Politik

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads
Pakar: Negosiasi Iran-Amis Bagian dari Strategi Politik

Tinta Media – Pakar Hubungan Internasional Dr. Hasbi Aswar menilai bahwa negosiasi antara Iran dengan Amis (Amerika Serikat – Israel) merupakan bagian dari strategi politik yang bersifat non kekerasan.

“Jadi, perang itu kan sebenarnya juga adalah upaya politik ya, tetapi dengan cara menggunakan kekerasan. Dan negosiasi juga sama, juga adalah bagian dari strategi politik tetapi non kekerasan, tetapi tujuannya sama sebenarnya,” tuturnya dalam Live Diskusi: Skenario Akhir Iran – Amis, Ahad (12/4/2026) di kanal YouTube Tabloid Media Umat.

“Tujuannya adalah untuk mencapai kepentingan yang diinginkan,” imbuhnya.

Menurutnya, negosiasi yang terjadi di Pakistan, dalam waktu yang lama itu sebenarnya adalah masih kelanjutan dari upaya politik. “Upaya politik untuk saling mendesak satu sama lain, untuk memenangkan kepentingan politik itu masih terus terjadi,” ujarnya.

Hasbi menyebutkan bahwa meski ada beberapa aspek memang sudah disepakati tetapi kelihatan masih banyak yang belum disepakati. Dan merupakan hal-hal yang krusial diantara kedua belah pihak. Misalnya, Iran meminta bahwa Selat Hormuz itu harus tetap menjadi milik Iran. Kemudian ada biaya 2 juta dolar per kapal yang lewat dan itu dibagi dengan Oman. Kemudian seluruh aset-aset Iran. Blokade terhadap Iran puluhan tahun terakhir, harus dibuka. Kemudian ada biaya pembangunan kembali Iran. Kemudian Iran juga harus mendapatkan jaminan tidak akan lagi diserang oleh Amerika Serikat dan Israel. Kemudian Iran juga tidak dilarang untuk mengembangkan atau melakukan pengayaan uranium. “Nah, Iran menginginkan itu semua,” tukasnya.

Sementara, lanjutnya, Amerika Serikat menginginkan sebaliknya. Amerika dalam 15 poin yang tersebar di media, itu poin-poin yang sangat krusial yang Iran juga pasti tidak akan mau menerima. Misalnya bahwa Iran tidak boleh lagi melakukan pengayaan uranium. Seluruh fasilitas uranium, pengayaan uranium Iran harus diserahkan kepada IEA (International Energy Agency) dan itu harus diawasi dan difasilitasi oleh IEA. Dan Iran harus menghentikan pengayaan uranium.

“Ada poin lain yang saya kira juga Iran tidak akan mungkin menerima, misalnya pembatasan misil atau rudal terhadap apa yang dimiliki oleh Iran. Iran harus menghentikan bantuan-bantuan dan support kepada kelompok-kelompok militan di Timur Tengah misalnya seperti Hizbullah, Houti, Palestina misalnya. Dan itu hal yang sangat strategis buat Iran menurut saya dan itu tidak akan mungkin diterima oleh Iran. Dan di situlah titik peliknya,” terangnya.

Ia juga melihat bahwa Iran menginginkan bahwa semua blokade harus dihentikan terhadap Iran. Sanksi ekonomi harus dihentikan sejak tahun 1979 dan itu pasti berat buat Amerika Serikat dan Israel. Apalagi dengan kondisi di mana saat ini rezim yang berkuasa di Iran itu tidak sesuai dengan harapannya Amerika dan Israel sejak awal.

“Yang Amerika – Israel inginkan kan adalah sejak misalnya terbunuhnya Ali Khamenei, mereka menginginkan rezim yang berkuasa itu adalah rezim yang lebih mau mengakomodasi kepentingan-kepentingan Amerika dan Israel. Malah akhirnya yang terpilih adalah putranya Ali Khamenei yang kabarnya malah lebih keras, lebih _hard liner_ daripada bapaknya sendiri,” bebernya.

“Nah, saya kira itu yang membuat akhirnya Negosiasi menjadi sangat rumit,” ungkap Hasbi.

Ia menambahkan kabar terbaru di media sosial Aljazirah bahwa Israel sekarang sedang mensiagakan kekuatannya untuk melakukan persiapan serangan lagi ke Iran, ketika ternyata akhirnya negosiasi buntu dan tidak ada kejelasan. Apalagi Iran akhirnya menutup Selat Hormuz kembali. Dan Iran juga menegaskan bahwa salah satu yang Iran inginkan adalah gencatan senjata yang bukan hanya penghentian serangan antara Iran, Amerika dan Israel tetapi juga Lebanon.

“Dan Iran merasa dikhianati karena Israel, walaupun tidak lagi melakukan serangan-serangan ke Iran, tetapi tetap melakukan serangan yang sengit di Lebanon,” paparnya.

“Nah, ini yang saya kira, Iran akhirnya juga tidak mau dengan mudahnya memberikan atau melakukan negosiasi dalam keadaan seperti ini,” tandasnya.[] Ajira

Loading

Views: 6

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA