Pelajar Menjadi Pengedar Sabu: Buah Pahit Kegagalan Sistem Sekuler Menjaga Generasi

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads
Pelajar Menjadi Pengedar Sabu: Buah Pahit Kegagalan Sistem Sekuler Menjaga Generasi

Tinta Media – Generasi muda seharusnya menjadi harapan bangsa, tempat disandarkannya cita-cita besar menuju masa depan yang gemilang. Namun, realitas hari ini justru menghadirkan kegelisahan.

Di tengah semangat pembangunan dan wacana Indonesia Emas, kabar tentang pelajar yang terjerat kasus narkoba kembali mencuat dan menyisakan tanda tanya besar: ada apa dengan generasi kita?

Kasus terbaru datang dari Desa Kangga, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dua orang berinisial SH (26) dan KF ditangkap polisi saat hendak mengedarkan sabu yang disembunyikan di dalam tanah di samping rumah. Mirisnya, salah satu pelaku, KF, masih berstatus sebagai pelajar.

Di tempat lain, Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polresta Kendari juga meringkus seorang pelajar berinisial HS (19) dengan puluhan paket sabu yang tersebar di berbagai lokasi.

Fenomena ini bukan sekadar pelanggaran hukum biasa. Ini adalah alarm keras bagi bangsa bahwa generasi muda sedang berada dalam kondisi darurat moral. Pelajar yang seharusnya fokus menuntut ilmu dan membangun masa depan, justru terjerumus dalam lingkaran hitam peredaran narkoba.

Jika ditelaah lebih dalam, kondisi ini tidak bisa dilepaskan dari sistem yang saat ini diterapkan. Sistem sekuler kapitalis telah memisahkan kehidupan dari nilai-nilai agama. Akibatnya, pelajar kehilangan arah dan tujuan hidup yang hakiki. Mereka tidak lagi menjadikan agama sebagai landasan dalam berpikir dan bertindak. Penjagaan terhadap akal, moral, dan perilaku pun menjadi lemah.

Di sisi lain, lemahnya sistem pendidikan dan hukum makin memperparah keadaan. Pendidikan yang ada lebih menekankan aspek akademik dan materi, tetapi kurang dalam membentuk kepribadian dan akhlak.

Sementara itu, penegakan hukum yang belum memberikan efek jera membuat peredaran narkoba terus berulang, bahkan menyasar kalangan pelajar.
Dampaknya sangat mengkhawatirkan. Generasi muda kehilangan jati diri, mudah terpengaruh lingkungan, dan terjebak dalam aktivitas yang merusak masa depan.

Jika ini terus dibiarkan, maka cita-cita Indonesia Emas bukan hanya sulit tercapai, tetapi bisa berubah menjadi ancaman bagi keberlangsungan bangsa.
Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan tidak bisa bersifat parsial. Dibutuhkan perubahan mendasar dalam sistem kehidupan.

Sistem pendidikan Islam menjadi salah satu solusi yang mampu membentuk generasi sebagai hamba Allah yang saleh, muslih, dan berkepribadian Islam. Pendidikan tidak hanya berfokus pada ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akidah dan akhlak yang kuat.

Selain itu, peran keluarga sangat krusial. Orang tua harus bersungguh-sungguh dalam mendampingi dan mendidik anak-anaknya. Menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini serta memberikan teladan yang baik menjadi benteng utama dalam menjaga generasi dari pengaruh buruk.

Masyarakat juga memiliki tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Budaya saling mengingatkan dalam kebaikan (amar makruf nahi munkar) harus terus dihidupkan. Lingkungan yang baik akan membantu membentuk karakter generasi yang kuat dan berintegritas.

Tak kalah penting, negara harus hadir dengan kebijakan dan sanksi hukum yang tegas. Baik pembuat, pengedar, maupun pengguna narkoba harus mendapatkan hukuman yang memberikan efek jera. Negara tidak boleh abai, karena menjaga generasi adalah bagian dari menjaga masa depan bangsa.

Sudah saatnya semua pihak menyadari bahwa persoalan ini bukan sekadar kasus kriminal, tetapi krisis sistemik. Generasi muda tidak boleh dibiarkan tumbuh tanpa arah. Mereka harus dijaga, dibimbing, dan diarahkan agar menjadi generasi yang membanggakan.

Karena pada akhirnya, masa depan bangsa tidak ditentukan oleh seberapa banyak sumber daya yang dimiliki, tetapi oleh kualitas generasi yang tumbuh di dalamnya. Jika generasi rusak, maka runtuhlah peradaban. Namun, jika generasi terjaga, maka harapan Indonesia Emas bukanlah sekadar mimpi, melainkan kenyataan yang bisa diwujudkan.

Oleh: Indah Safitri
Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 6

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA