Tinta Media – Melihat apa yang terjadi di Iran, Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menjabarkan setidaknya ada enam resep yang membuat Iran menjadi negara mandiri.
“Saya mencatat ada enam resep yang membuat Iran menjadi negara mandiri seperti yang kita lihat sekarang ini,” tuturnya dalam program Fokus: Membangun Kemandirian Negara, Belajar Dari Iran, Bagaimana Indonesia? di kanal YouTube UIY Official, Ahad (19/4/2026).
Resep pertama, ucapnya, adalah self-reliance atau kemandirian. Baik kemandirian di bidang ekonomi, ketahanan diri, dan lain-lain.
“Embargo itu berkah bagi Iran sehingga Iran telah mengubah tantangan atau hambatan menjadi peluang. Karena kepepet, justru menjadi kreatif dan berjuang menghadapinya. Ini pula yang menjadi resep kedua,” bebernya.
Menurutnya, pilihan atau resep kedua tersebut (kreatifitas dan perjuangan mempertahankan diri) yang mereka tempuh, menghasilkan ketahanan diri yang luar biasa dan kemandirian.
“Kemandirian itu merupakan produk dari kemampuan adaptasi mereka terhadap tekanan eksternal. Sepanjang embargo yang hampir setengah abad atau 46 tahun, mereka tidak mendapatkan akses yang leluasa untuk bisa berhubungan dengan ekonomi luar,” tambahnya.
Adaptasi inilah, cetusnya, yang mereka lakukan dengan cepat mengurangi ketergantungan terhadap impor yang itu dilakukan secara terpaksa pada awalnya.
“Pada fase berikutnya justru memberi kebaikan atau keberkahan, baik itu menyangkut pangan, energi, teknologi, dan lainnya,” ulasnya.
Yang ketiga, paparnya, adalah soal bagaimana prioritas terhadap sektor strategis mulai dari soal pertahanan, sumber daya manusia, pendidikan, dan teknologi. Mereka (Iran) berani menyisihkan sektor yang dianggap tidak strategis.
“Kalau dibandingkan dengan negara kapitalis, mereka kalah gemerlap. Tetapi pada sektor-sektor strategis, Iran unggul khususnya pada penguasaan teknologi pertahanan,” tandasnya.
Berikutnya, yang keempat jelasnya, adalah negara yang kuat dan terpusat yang ini juga dipengaruhi oleh resep yang kelima yaitu ideologi sebagai sebagai perekat sosial, politik, dan adanya fleksibilitas dalam sistem global yaitu bagaimana mereka bisa menemukan satu alternatif. Fleksibilitas ini menjadi resep keenam.
“Ya memang ini hasil diplomasi dia bisa berkawan, bersinergi, atau berkolaborasi dengan Cina dan Rusia gitu. Banyak orang sekarang tahu bahwa sebenarnya meskipun diblokade, Iran bisa menjual minyak atau gasnya itu ke Cina. Cina mendapatkan keberkahan dari itu karena dia mendapatkan harga yang lebih murah. Jadi fleksibilitas itu yang membuat Iran menjadi seperti sekarang ini,” terangnya.
UIY menyimpulkan, dari enam resep tersebut, yang paling dominan adalah ideologi karena memberikan arah negara mau ke mana dan memilih terus bertahan dari embargo.
“Ideologi inilah yang membuat mereka bisa bertahan sampai sekarang ini. Untuk apa? Untuk Islam dan untuk terus tidak berhenti melakukan perlawanan terhadap Barat,” tutupnya.[] Erlina
![]()
Views: 6
















