Wajib Dibela, UIY: Iran Ini Negeri Muslim

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Cendekiawan Muslim Ustadz Ismail Yusanto (UIY) menegaskan serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran mewajibkan jihad difa’i (defensif) bagi kaum Muslimin, sekaligus menolak dalih sektarian Sunni-Syiah dijadikan alasan tidak membela Iran karena statusnya tetap negeri Muslim.

Hal itu disampaikan UIY dalam program Fokus to the Point di kanal YouTube UIY Official, Jum’at (1/5/2026), bertajuk Sunni-Syiah dalam Perang Iran-Amerika.

UIY menjelaskan bahwa negeri Iran termasuk wilayah negeri Islam karena ditaklukkan umat Islam pada Perang Qadisiyah. “Artinya status tanah Iran tetap tanah milik kaum Muslimin. Serangan kepada negeri Muslim harus dianggap sebagai serangan kepada seluruh kaum Muslimin,” katanya.

Dalilnya QS Al-Baqarah: 190, _“Qaatiluu fii sabiilillaahil-ladziina yuqootiluunakum. Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu”.

“Inilah jihad difa’i (jihad defensif alias jihad pembelaan) yang wajib atas kaum Muslimin di tempat serangan itu dilakukan sampai radius 90 km menurut Imam Syafi’i, dan lebih luas lagi kalau umat Islam di situ tidak mampu menghadapinya,” jelas UIY.

Ia mencontohkan hal itu sebagaimana Resolusi Jihad Syaikh Hasyim Asy’ari ketika melawan Belanda.

Jika Iran tidak mampu menahan serangan, maka wajib atas kaum Muslimin di Pakistan, Afghanistan, Azerbaijan, Arab Saudi, Emirat, dan sekitarnya. “Bukan malah sebagian negara Muslim membantu penyerang dengan memberi pangkalan militer,” tegasnya.

Isu Sunni-Syiah

UIY juga menjelaskan bahwa musuh-musuh Islam mempelajari titik lemah umat untuk dieksploitasi. “Di Barat pusat studi Islam sangat banyak. Bahkan di Harvard ada pusat studi hukum Islam,” katanya.

Salah satu kelemahan itu adalah perbedaan Sunni-Syiah yang selalu diungkit saat konflik Timur Tengah meletus.

“Jangan-jangan ini sedang bekerja sebuah operasi yang kalau tidak bisa memecah, setidaknya merenggangkan hubungan sesama Muslim,” tegas UIY.
.
Ia menganalogikan dengan upaya mengadu NU-Muhammadiyah lewat soal furu’iyah seperti qunut dan tarawih.

UIY membagi cara memandang Syiah: in general dan in detail. “In general faktanya orang-orang Syiah dari Iran itu tetap diperkenankan masuk ke tanah suci. Artinya dia Muslim. Kalau bukan Muslim pasti tidak akan boleh masuk,” ujarnya.

Ia menambahkan, jamaah haji/umrah sangat sering berdampingan dengan Syiah saat tawaf dan sa’i. “Itu menunjukkan bahwa mereka dianggap Muslim.”

UIY menilai sangat tidak elok jika umat bersorak terhadap serangan AS ke Iran dengan alasan mereka kafir. “Kalau dia kafir, bukankah Amerika dan Israel juga kafir? Kenapa kemudian kita bersorak? Apalagi faktanya in general-nya tidak,” katanya.

Meski mengakui ada agenda politik Syiah Raya dari Iran dan jejak kejahatan politik di Suriah, UIY menyebut keliru jika menganggap Iran bukan negeri Muslim. “Kita melihatnya harus komprehensif. Jangan lepas tuntunan syariat untuk membela negeri Islam yang diserang hanya karena isu Sunni-Syiah,” pungkasnya. [] Langgeng Hidayat

Loading

Views: 2

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA