Anak Gaza dan Jalan Pembebasan

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Pengorbanan rakyat Gaza belum juga berakhir. Yang paling menyayat hati, korban terbanyak justru berasal dari kalangan anak-anak. Mereka yang seharusnya menikmati masa bermain, belajar, dan tumbuh dalam kasih sayang kini harus menghadapi bom, kelaparan, kehilangan keluarga, serta luka fisik dan trauma yang mendalam.

Berbagai laporan lembaga internasional menunjukkan bahwa sejak Oktober 2023, ribuan anak Gaza telah kehilangan nyawa akibat serangan Zionis. Banyak anak lainnya mengalami cacat permanen, kehilangan orang tua, dan hidup dalam penderitaan psikologis yang berat (Kompas.com, 24/6/2026).

Kondisi ini bukan sekadar dampak perang, tetapi telah dipandang oleh banyak pihak sebagai bagian dari tindakan yang mengarah pada genosida terhadap rakyat Palestina.

*Harapan Zionis Melunak Hanya Ilusi*

Apa yang terjadi di Gaza menunjukkan bahwa Zionis menjalankan agresinya secara sistematis tanpa membedakan kombatan dan warga sipil. Anak-anak, perempuan, rumah sakit, sekolah, hingga kamp pengungsian tetap menjadi sasaran.

Semua ini dilakukan demi ambisi menguasai seluruh wilayah Palestina. Berbagai kecaman internasional, resolusi PBB, maupun seruan gencatan senjata belum mampu menghentikan kekerasan yang terus berlangsung.

Fakta ini sekaligus memperlihatkan lemahnya tatanan politik dunia saat ini. Lembaga-lembaga internasional yang digadang-gadang sebagai penjaga perdamaian terbukti tidak mampu memberikan perlindungan nyata bagi rakyat Palestina. Sementara itu, banyak negeri Muslim justru terikat oleh kepentingan politik dan ekonomi sehingga tidak mampu mengambil langkah yang efektif untuk menghentikan penjajahan.

*Perlindungan Hakiki Hanya dengan Islam dalam Naungan Khilafah*

Dalam pandangan Islam, darah seorang Muslim sangat mulia. Rasulullah ﷺ bersabda,

“Hilangnya dunia lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang Muslim tanpa hak.” (HR An-Nasa’i dan At-Tirmidzi)

Karena itu, pembiaran terhadap pembunuhan massal atas kaum Muslim merupakan persoalan besar yang menjadi tanggung jawab umat.

Islam memandang bahwa kaum Muslim adalah satu umat yang wajib saling melindungi. Rasulullah ﷺ bersabda,

“Perumpamaan kaum Mukmin dalam saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur.” (HR Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan pandangan Islam, perlindungan yang hakiki terhadap rakyat Palestina, termasuk anak-anak Gaza, hanya dapat diwujudkan melalui institusi pemerintahan Islam (Khilafah) yang menerapkan syariat secara menyeluruh serta memiliki kewajiban menjaga keamanan umat dan melakukan jihad fi sabilillah untuk membebaskan wilayah yang diduduki.

Dalam konsep tersebut, negara bertanggung jawab menjamin keselamatan jiwa, kesehatan, pendidikan, dan masa depan setiap anak sebagai amanah yang harus dipelihara.

Dengan demikian, tragedi Gaza seharusnya menyadarkan umat bahwa persoalan Palestina bukan sekadar isu kemanusiaan, melainkan juga persoalan besar umat Islam (qadhiyah mashiriyah). Umat dituntut untuk meningkatkan kepedulian, memperkuat ukhuah, mendoakan, membantu sesuai kemampuan, serta berjuang agar syariat Islam dapat diterapkan secara kafah sebagaimana keyakinan yang dianut dalam perspektif ini.

Semoga Allah Swt. segera memberikan pertolongan kepada saudara-saudara kita di Palestina, melindungi anak-anak mereka, serta menguatkan kaum Muslim untuk menunaikan kewajibannya terhadap negeri yang diberkahi tersebut. Wallahu a’lam bish-shawab.

Oleh: Ratna Widyaningrum
(Sahabat Tinta Media)

Loading

Views: 2

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA