Pemimpin Ideal: Mendengar, Memikirkan, dan Mewujudkan Harapan Rakyat

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Pemimpin yang baik, peduli dan memikirkan nasib rakyat. Setiap program dan kebijakan yang diambil seharusnya memberikan manfaat bagi rakyat, sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka, bukan sekadar memenuhi keinginan pemimpin. Apa yang dianggap baik oleh penguasa belum tentu menjadi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, seorang pemimpin yang ideal harus mau mendengar, mempertimbangkan, dan berusaha mewujudkan harapan rakyat.

Seorang pemimpin yang baik juga akan menerima kritik dengan lapang dada, meskipun kritik tersebut terasa tidak menyenangkan. Demonstrasi mahasiswa merupakan salah satu bentuk penyampaian kekecewaan masyarakat yang seharusnya didengar dan dipertimbangkan sebagai masukan dalam mewujudkan harapan rakyat, bukan justru dibalas dengan sindiran maupun berbagai tuduhan yang tidak didasarkan pada fakta.

Presiden Prabowo Subianto pernah menegaskan bahwa dirinya mengetahui pihak-pihak yang berada di balik aksi demonstrasi yang belakangan terjadi di sejumlah daerah, termasuk Jakarta. Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo pada Rabu (24/6/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan bahwa ada kelompok tertentu yang tidak menyukai dirinya karena ia memahami berbagai persoalan yang terjadi di lapangan. Bahkan, ia mengaku mengetahui pihak yang membiayai aksi demonstrasi tersebut.

Bagaimana mungkin harapan rakyat dapat diwujudkan jika setiap masukan justru ditanggapi dengan kebencian? Sindiran dan tuduhan yang tidak berdasar merupakan cerminan pemimpin yang tidak peduli terhadap rakyatnya. Merasa senang ketika dipuji, tetapi marah saat dikritik, padahal kritik merupakan bentuk kepedulian rakyat yang tidak menginginkan pemimpinnya terjerumus akibat kesombongan.

Seorang pemimpin seharusnya menjadikan kepemimpinan Khalifah Umar sebagai teladan dalam menerima kritik. Beliau dikenal sangat terbuka dan berlapang dada ketika dikritik. Alih-alih marah atau memenjarakan pengkritiknya, beliau justru bersyukur, mendengarkan, dan segera memperbaiki kebijakannya apabila terbukti keliru. Beliau bahkan pernah berkata, “Tidak ada kebaikan bagi kalian jika tidak mengatakannya, dan tidak ada kebaikan bagi kami jika kami tidak mendengarkannya.”

Hubungan yang baik antara pemimpin dan rakyat akan tetap terjaga apabila rakyat diberi ruang untuk menyampaikan kritik dan koreksi terhadap kebijakan penguasa, sementara pemimpin bersedia mendengarkan serta mempertimbangkan masukan tersebut. Hubungan yang harmonis antara pemimpin dan rakyat diyakini akan menjadi salah satu modal untuk mewujudkan Indonesia Emas sebagaimana yang dicita-citakan bersama.

Pemimpin harus peka dan tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi rakyat. Pemimpin adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Karena itu, ia harus bersedia mendengarkan suara rakyat yang ingin mengingatkan dan mengoreksi kebijakannya. Ingatlah kisah Fir’aun yang sombong dan merasa dirinya paling benar sehingga menolak peringatan yang dibawa Nabi Musa a.s. dari Sang Pencipta manusia, kehidupan, dan alam semesta. Bahkan, Fir’aun mengangkat dirinya sebagai tuhan yang paling tinggi sehingga Allah Swt. menghukumnya di dunia dengan menenggelamkan dirinya beserta bala tentaranya di Laut Merah, sekaligus memberikan azab di akhirat.

Ingatlah bahwa tidak ada kekuasaan yang abadi di dunia ini. Setiap kekuasaan akan berakhir apabila Allah Swt. menghendakinya. Karena itu, segeralah bertobat sebelum ajal datang menjemput dan pintu tobat ditutup. Jangan sampai mengalami penyesalan sebagaimana penyesalan penghuni neraka yang sia-sia karena enggan mendengar dan mengindahkan peringatan yang datang dalam kehidupan mereka. Kekuasaan dapat menjadi jalan menuju surga bagi pemimpin yang amanah, tetapi juga dapat menjadi jalan menuju neraka jahanam bagi pemimpin yang zalim dan gemar menyakiti hati rakyatnya.

Oleh: Mochamad Efendi
(Sahabat Tinta Media, Sidoarjo)

Loading

Views: 2

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA