Tinta Media – Pemotongan anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dinilai Analis dari Forum of Contemporary Ummah Studies (FoCUS) Iwan Januar semakin menimbulkan keraguan terhadap komitmen Negara Indonesia dalam memajukan sektor pendidikan.
“Apakah Indonesia negara peduli pada pendidikan? Rasanya makin diragukan,” tuturnya kepada Tinta Media, Senin (20/7/2026).
Sebab menurutnya, kebijakan tersebut mencerminkan rendahnya perhatian negara terhadap pengembangan literasi dan pendidikan.
Iwan pun mengungkapkan, berdasarkan laporan UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization), Indonesia termasuk negara dengan alokasi anggaran pendidikan yang rendah jika dibandingkan dengan sejumlah negara lain.
“Angka tersebut berada di bawah Pakistan dan Bangladesh yang masing-masing mengalokasikan 2 persen, sementara Singapura dan Thailand tercatat sebesar 2,2 persen dan 2,5 persen dari PDB,” lanjutnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan data UNESCO Institute for Statistics 2026, total pengeluaran pemerintah untuk sektor pendidikan di Indonesia hanya berada di kisaran 1,3 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Penghitungan tersebut, rincinya, mencakup seluruh pengeluaran pemerintah untuk berbagai jenjang pendidikan, termasuk belanja operasional, belanja modal, dan transfer sebagai persentase dari ukuran ekonomi suatu negara.[] Muhammad Nur
![]()
Views: 2
















