Tinta Media – Menyikapi isu pergantian Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Analis Forum of Contemporary Ummah Studies (FoCUS) Iwan Januar mengungkapkan pergantian pejabat tidak akan berarti selama sistem ekonomi yang digunakan masih kapitalisme.
“Pergantian pejabat tidak akan berarti selama kapitalisme menjadi sistem ekonomi di tanah air,” ujarnya kepada Tinta Media, Rabu (16/9/2026).
Menurut FoCUS, tersingkirnya Purbaya dari kursi Menkeu menunjukkan kebingungan pemerintah mencari jalan keluar berbagai persoalan ekonomi.
“Antara defisit APBN dengan berbagai program yang menelan biaya raksasa. Belum lagi warisan proyek strategis nasional rezim sebelumnya seperti IKN (Ibu Kota Nusantara) dan Whoosh (Kereta Cepat) yang menggerogoti APBN,” ungkapnya.
FoCUS juga menilai persoalan ekonomi diperparah dengan pajak yang menjadi andalan APBN dan liberalisasi berbagai sumber daya alam (SDA).
“Pajak menjadi andalan APBN, liberalisasi berbagai SDA, ditambah abaikan prinsip meritokrasi malah memilih klientelisme sehingga jauh dari good governance,” jelasnya.
FoCUS menegaskan perubahan harus dilakukan dari aspek kepemimpinan dan sistem ekonomi.
“Perubahan harus dilakukan dari memilih penguasa yang kredibel, amanah bermental ri’ayah, bukan karena kedekatan dan utang politik. Serta wajib meninggalkan kapitalisme menuju sistem ekonomi Islam dan aturannya secara totalitas,” pungkasnya. [] Langgeng Hidayat
![]()
Views: 2
















