Om Joy: Masalah Gaza Bukan Semata-mata Ada atau Tidaknya Bantuan Kemanusiaan

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Menyoroti kondisi Gaza-Palestina yang masih sangat memprihatinkan, Jurnalis Senior Joko Prasetyo (Om Joy) menegaskan permasalahanya bukan sekadar ada atau tidaknya bantuan kemanusiaan, tetapi berkaitan dengan persoalan politik dan kepemimpinan umat Islam.

“Masalahnya bukan semata-mata ada atau tidaknya bantuan. Ada persoalan politik yang lebih besar,” ujarnya kepada Tinta Media, Ahad (20/9/2026).

Om Joy menjelaskan, bantuan berupa makanan, obat-obatan, dan perbaikan tempat tinggal memang tetap dibutuhkan untuk meringankan kondisi warga Gaza. Namun, bantuan tersebut dinilai belum menyentuh persoalan yang lebih mendasar apabila penderitaan warga terus berlangsung dalam jangka panjang.

“Bantuan kemanusiaan tentu dibutuhkan. Makanan harus sampai. Obat-obatan harus tersedia. Tempat tinggal harus diperbaiki. Namun, apakah cukup hanya itu?” tanyanya retoris.

Ia membeberkan, sejumlah negara Muslim sebenarnya memiliki sumber daya ekonomi dan kekuatan pertahanan yang besar untuk membantu menyelesaikan permasalahan Gaza,, tetapi pengelolaannya masih berada di bawah kebijakan masing-masing pemerintahan.

Sehingga menurutnya kondisi tersebut membuat kekayaan dan kekuatan negara-negara Muslim tidak berada dalam satu arah kebijakan untuk menangani persoalan yang dihadapi umat Islam secara keseluruhan.

“Tidak ada satu kepemimpinan politik yang mengarahkan kekayaan dan kekuatan tersebut untuk mengurus kepentingan kaum Muslim secara keseluruhan,” ungkapnya.

Ia menilai, kondisi tersebut akibat dari sistem negara bangsa yang membuat umat Islam terbagi dalam berbagai negara dengan pemerintahan, kebijakan, dan kepentingan masing-masing.

Dalam kerangka tersebut, terangnya, membuat persoalan Palestina ditempatkan sebagai bagian dari kebijakan luar negeri masing-masing negara.

“Dalam kerangka kewarganegaraan negara bangsa, seorang Palestina bukan warga negara Mesir, Yordania, Suriah, Arab Saudi, Pakistan, Indonesia, dan negeri Muslim lainnya. Ia berada di luar batas kewarganegaraan negara-negara tersebut,” jelasnya.

Kondisi itu, beber Om Joy, menyebabkan keamanan Palestina tidak otomatis diperlakukan sebagai tanggung jawab langsung negara-negara Muslim terhadap rakyatnya sendiri.

Bantuan kemanusiaan, lanjutnya, tetap diberikan sebagai bentuk solidaritas, tetapi itu berbeda dengan tanggung jawab politik untuk melindungi.

Padahal dalam perspektif Islam, Om Joy memperingatkan bahwa kaum Muslim merupakan satu umat yang memiliki ikatan dan kepentingan bersama.

Karena itu, sambungnya, kepemimpinan memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan kaum Muslim.

“Persatuan umat bukan hanya urusan perasaan. Ada persoalan kepemimpinan yang mengatur urusan kaum Muslim sebagai satu kesatuan,” tegasnya.

Dalam khazanah politik Islam, Om Joy juga menjelaskan bahwa kepemimpinan umat diwujudkan melalui konsep Khilafah.

Maka menurutnya, kondisi Gaza semestinya mendorong umat Islam untuk tidak berhenti pada solidaritas dan bantuan kemanusiaan saja, tetapi harus memikirkan bentuk kepemimpinan yang mampu menjaga keselamatan kaum Muslim secara menyeluruh.

“Gaza bukan hanya mengingatkan kita tentang pentingnya bantuan, tetapi juga tentang perlunya satu kepemimpinan yang menjaga keselamatan kaum Muslim: Khilafah ‘ala Minhajin Nubuwwah,” pungkasnya. [] Ikbal

Loading

Views: 2

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA