Tinta Media – Setiap usaha yang kita jalankan tentu menginginkan hasil yang maksimal. Ingat akan tujuan Allah Swt. menciptakan manusia? Manusia adalah makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna karena dilengkapi dengan akal. Dengan adanya akal, manusia bisa berpikir.
Akal yang digunakan untuk berpikir harus dilandasi dengan keimanan sehingga aktivitas yang kita jalankan akan menuai kebajikan. Ingat bahwa manusia diciptakan hanya untuk beribadah kepada-Nya, bukan? Maka, seluruh aktivitas kehidupan yang kita jalankan wajib diniatkan untuk beribadah hanya kepada-Nya. Dengan niat dan keimanan yang melekat di dalam dada, kebajikan akan didapatkan.
Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Anbiya: 94
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِنَ الصّٰلِحٰتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهٖۚ وَاِنَّا لَهٗ كٰتِبُوْنَ ٩٤
“Siapa yang mengerjakan kebajikan dan dia beriman, maka usahanya tidak akan diingkari (disia-siakan). Sesungguhnya Kamilah yang mencatat untuknya.”
Ayat ini jelas mempertegas bahwa semua yang mengerjakan kebajikan dengan disertai iman, setiap usahanya akan dicatat oleh Allah Swt. Kebajikan ini akan menjadi ladang pahala bagi yang menaati aturan Allah Swt.
Antara iman dan kebajikan merupakan dua hal yang sangat penting. Kebajikan tanpa adanya iman tentu akan sia-sia. Setiap aktivitas yang disertai dengan keimanan akan menjadi amal saleh. Amal saleh ini akan dicatat oleh para malaikat atas perintah Allah Swt. Dialah yang akan memberikan balasan bagi setiap perbuatan yang disertai keimanan.
Aktivitas kehidupan yang kita kerjakan akan membuat kerugian jika tidak disertai keimanan. Dengan adanya keimanan, tentu kita meyakini bahwa Allah Swt. adalah Sang Mahakuasa. Dialah yang menguasai bumi dan seisinya. Tidak ada Tuhan selain Allah Swt.
Allah sebagai Sang Maha Pencipta tentunya mempunyai aturan yang wajib ditaati. Al-Qur’an adalah Kalamullah. Di dalamnya terdapat aturan-aturan yang wajib kita taati. Di dalamnya terdapat pula larangan-Nya yang wajib ditinggalkan.
Untuk itu, kita wajib menjadikan Al-Qur’an sebagai benteng kehidupan. Tentunya kita memahami bahwa Al-Qur’an diturunkan oleh Allah Swt. melalui malaikat Jibril untuk disampaikan kepada Rasulullah Muhammad saw. Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa Allah Swt. telah memilih Rasulullah Muhammad saw. sebagai suri teladan seluruh umat manusia. Umat yang hidup pada masa Rasulullah Muhammad saw. dan seterusnya tergolong ke dalam umat Rasulullah Muhammad saw.
Kita tentu masih ingat bahwa Rasulullah Muhammad saw. adalah kekasih Allah. Rasulullah Muhammad saw. semasa hidupnya telah mengajarkan kepada kita semua yang terdapat dalam Al-Qur’an. Beliau juga mengajarkan kepada kita bagaimana memimpin negara karena beliau pernah menjadi kepala negara. Baginda Nabi Besar Muhammad saw. mendirikan negara di Madinah. Beliau memerintah negerinya dengan sistem Islam.
Sistem Islam sebagai aturan yang datangnya dari Allah Swt. telah diterapkan di wilayah Madinah secara sempurna. Negara yang menerapkan sistem Islam inilah yang disebut Khilafah. Rasulullah Muhammad saw. sebagai kepala negara yang menerapkan sistem Islam secara sempurna ini disebut khalifah.
Sejarah telah mencatat bahwa selama sistem Islam diterapkan, sistem tersebut mampu memimpin dunia. Bahkan, dua pertiga dunia ditaklukkan oleh Rasulullah Muhammad saw. Negara ini berjaya memimpin dunia hingga lebih dari 13 abad. Masyaallah, sungguh pencapaian yang sangat luar biasa. Seluruh wilayah di bawah kekuasaan Rasulullah Muhammad saw. sebagai seorang pemimpin hidup sejahtera, tenteram, dan damai.
Sebagai insan yang beriman, tentulah kita meyakini akan hal ini. Saat ini tidak ada satu negeri pun yang menerapkan sistem Islam secara sempurna. Kita merasakan bahwa banyak sekali bencana alam, kejahatan, dan berbagai permasalahan yang menjadi problematika kehidupan manusia saat ini. Hal ini karena ditinggalkannya sistem Islam.
Setiap manusia yang mempunyai keimanan dan ingin senantiasa berbuat kebajikan tentu menginginkan agar sistem Islam ini bisa tegak kembali. Untuk itu, hal ini menjadi kewajiban kita semua untuk mengembalikan kehidupan yang aman, nyaman, dan damai ini.
Taat kepada syariat-Nya itu sudah pasti, jika kita seorang muslim sejati. Sebab, kita semua pasti kembali kepada Ilahi Rabbi dan ingin menempati taman surgawi.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Oleh: Dewi Kusuma
(Pemerhati Umat, Serang, Banten)
![]()
Views: 3











