Tinta Media – Temuan Komisi III DPR RI bahwa telah terjadi kemacetan dialog warga Wadas, dinilai Pakar Hukum dan Masyarakat Prof. Dr. Suteki, S.H., M.Hum. sebagai akibat kegagalan komunikasi hukum.
“Apa yang kita saksikan di desa Wadas itu juga saya kira tidak terlepas dari kegagalan komunikasi hukum,” ujarnya dalam acara Tanya Profesor, Baru Temuan Komisi III di Wadas: Dialog Buntu Hati Membatu di kanal Youtube Prof. Suteki, Sabtu (12/2/2022).
Menurutnya, kegagalan komunikasi ini ditandai dengan macetnya dialog antara warga desa Wadas dengan pemangku kepentingan khususnya Gubernur Jawa Tengah, hingga penangkapan 60-an warga oleh polisi termasuk juga tim advokasi yang ada disitu, ditengarai oleh KomNas HAM belum pernah dilakukan dialog dengan gubernur secara langsung khususnya dengan warga yang menolak penambangan batu andesit.
“Maka jangan disepelekan kalau ini tidak dilakukan dialog dengan baik, akan berdampak pada kegagalan proyek pemerintah,” tegasnya.
Untuk menyelesaikan konflik Wadas ini, Prof. Suteki menyarankan agar tetap dibangun komunikasi hukum yang baik dengan melibatkan pihak yang independen. “Dilakukan penarikan aparat Kepolisian dan TNI, aktivitas memata-matai penduduk harus dihindarkan dan jangan dilakukan pemaksaan untuk setuju terhadap warga yang belum setuju atau menolak,” pungkasnya.[] ‘Aziimatul Azka
![]()
Views: 0
















