Inilah Konsep Perubahan yang Tidak Banyak Dibahas Masyarakat

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Cendekiawan Muslim Ustadz Ismail Yusanto (UIY) mengemukakan
konsep dasar perubahan yang tidak banyak dibahas oleh masyarakat.

“Melihat carut-marut yang terjadi belakangan ini, khususnya
di negeri kita ini, tentu kita semua menginginkan perubahan ke arah yang lebih
baik. Namun, ada satu konsep dasar perubahan yang tak banyak dibahas, selalu
saja tertutupi oleh gemuruh perubahan rezim (penguasa). Apa itu?  Perubahan ideologis,” ujarnya melalui
tayangan singkat, di kanal YouTube Khilafah News, pada Senin (23/9/2024).

Ia lanjut menjelaskan, perubahan ideologis itu adalah
perubahan yang menyangkut fundamen (dasar) dari tatanan sebuah masyarakat dan
negara.

“Penjelasan sederhananya begini, kalau kita bicara krisis
ekonomi misalnya, itu bukan sekadar masalah teknis ekonomi,” ucap UIY.

Ia mengulas, semisal persoalan mata uang rupiah yang
mengalami depresiasi (pelemahan nilai), banyak yang berpandangan bahwa
perubahannya yaitu dengan cara harus menggenjot ekspor supaya mata uang kita
menjadi kuat, atau bahkan kemudian muncul adanya upaya perubahan yang hanya
berfokus pada pergantian rezim.

Padahal, ungkap UIY, 
krisis ekonomi yang menyebabkan rupiah terdepresiasi terjadi adalah
karena dampak dari buruknya tatanan (sistem) ekonomi yang merupakan wujud dari
penerapan ideologi kapitalisme yang berbasis ribawi.

“Nah, jika kita hanya mengupayakan perubahan teknis ekonomi
atau perubahan rezim, terbukti bahwa tidak akan pernah kita beranjak dari
persoalan yang ada, karena masih ada di dalam sistem yang sama, sistem
kapitalis,” ulasnya.

Ibaratnya, kata UIY, kita menginginkan perubahan dari
segelas air menjadi satu galon, tetapi kalau terus hanya fokus pada usaha untuk
mengganti airnya saja dan tidak pernah mengganti gelasnya dengan wadah galon,
maka ukuran air itu tidak akan pernah berubah.

Ia lantas menegaskan, bahwa bagi seorang muslim perubahan
ideologis yang dimaksud adalah perubahan fundamen dengan dasar syariah
(hukum-hukum Islam).

“Sebagai bukti dari ketundukan kita kepada Allah,”
pungkasnya. [] Muhar

Loading

Views: 18

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA