Tinta Media – Cendekiawan Muslim, Ahmad Rusydan, Ph.D, mengungkapkan mayoritas masyarakat di Amerika Serikat (AS) tidak terlalu tertarik dengan perang Iran versus AS-Israel (Amis), melainkan lebih memikirkan biaya hidup yang semakin tinggi.
“Publik atau mayoritas masyarakat Amerika tidak terlalu tertarik dengan kejadian perang Iran versus Amis karena yang mereka pikirkan biaya hidup yang semakin tinggi,” ulasnya dalam Live Diskusi: Skenario Akhir Perang Iran – Amis, di kanal YouTube Tabloid Media Umat, Ahad (12/4/2026).
Ahmad mengungkapkan bahwa ada perubahan dalam anggaran AS yang baru. Salah satunya pemotongan biaya kesehatan karena adanya perang. “Jadi, jika mereka melihat perang, mereka melihat satu Tomahawk itu berapa juta dolar, pesawat yang jatuh berapa dolar, dan itu semua mereka nilai bisa memberikan asuransi kesehatan berapa orang,” bebernya.
Menurutnya, masyarakat AS itu unik dan polos, dan tidak begitu mengetahui tentang geografis.
“Saking polosnya mereka, ketika Trump menaikkan tarif, warga AS pada umumnya mau aja dibodohin. Padahal yang namanya tarif kan, yang bayar bukan eksportir, tapi pembeli. Tapi publik AS gak sampai menolak,” ungkapnya.
Pemikiran yang dasar saja, lanjut Pak Ahmad, mereka tidak begitu paham kecuali bisnisman. Mereka pun tahunya jangan sampai ada yang mati.
“Tentara yang berangkat perang bukan orang yang kaya. Impian mereka menjadi tentara sangat sederhana, punya rumah yang ada halamannya, punya istri dan anak, dan kesehatannya pun terjamin,” ungkapnya lagi.
Menjadi tentara di AS, imbuhnya, relatif mudah. Asal punya fisik bagus, bisa mudah menjadi tentara dan mereka pun tidak punya cita-cita idealis.
“Bahkan saat perang Vietnam, tentara AS kulit hitam juga dicemooh oleh tentara Vietnam dengan mengatakan ‘wong kalian di AS juga masih banyak diskriminasi, ngapain kalian perang membebaskan kami dari komunisme, urusi saja dirimu sendiri,” tuturnya.
Hal ini, tegasnya, menunjukkan bahwa sistem (kapitalisme) yang ada telah mengeksploitasi manusia. “Dunia harus menunggu betul-betul sistem yang jauh lebih bagus yaitu sistem yang bisa menciptakan keadilan yang sesungguhnya, bukan keadilan yang hanya punya uang atau oligarki,” tutupnya.[] Erlina
![]()
Views: 4
















