Tinta Media – Pengamat Hubungan Internasional dari Geopolitical Institute, Hasbi Aswar, Ph.D. menegaskan bahwa Israel telah melanggar seluruh prinsip hukum perang internasional dalam agresinya terhadap Gaza dan penyerangan terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla.
“Yang terjadi di Gaza saat ini adalah tidak ada satu pun yang ditaati oleh rezim Zionis Israel sampai hari ini,” ujarnya dalam program Kabar Petang: Bebal! Israel pun Serang Global Sumud Flotilla, di kanal YouTube Khilafah News, Jumat (10/10/2025).
Hasbi menjelaskan, seluruh pihak yang seharusnya dilindungi dalam hukum perang justru menjadi target serangan Israel.
“Jadi, semuanya ditarget. Para jurnalis sekitar 200 lebih jurnalis sudah syahid di sana. Bahkan para relawan banyak. Para dokter dan keluarga-keluarganya juga sudah banyak yang dibunuh. Rumah sakit, mungkin yang beroperasi tinggal 1-2. Itu pun tak lepas dari intimidasi dan teror dari tentara-tentara Zionis. Masjid, tempat ibadah, lembaga pendidikan, semuanya sudah dihancurkan,” terangnya.
Menurut Hasbi, tempat-tempat tersebut merupakan fasilitas sipil yang harus dilindungi dalam hukum perang.
“Padahal itu adalah dalam hukum perang adalah tempat-tempat yang harus dilindungi dalam perang, karena itu adalah fasilitas sipil yang tidak bisa dan tidak boleh dijadikan target,” jelasnya.
Ia menegaskan, pelanggaran yang dilakukan Israel juga tampak dari sikapnya terhadap misi kemanusiaan.
“Sehingga kalau kita lihat dalam konteks ini kita bisa memahami kenapa kapal misi kemanusiaan yang berjumlah 40-an lebih itu tidak bisa masuk ke Gaza karena memang selama ini Israel tidak pernah patuh terhadap hukum-hukum, prinsip-prinsip perang dalam hukum internasional. Yang Israel sendiri itu sudah menandatangannya,” ulasnya.
Hasbi menambahkan, dalam hukum perang internasional seperti Konvensi Jenewa, terdapat pihak-pihak yang wajib dilindungi, seperti relawan kemanusiaan, jurnalis, dokter, hingga warga sipil yang tidak ikut berperang.
“Intinya adalah dalam peperangan itu, bantuan-bantuan kemanusiaan itu harusnya dilindungi,” tegasnya.
Ia kembali menekankan, Israel sama sekali tidak menghormati ketentuan tersebut. “Tidak ada satu pun yang ditaati oleh rezim Zionis Israel sampai hari ini. Jadi semuanya ditarget. Para jurnalis, relawan, dokter, rumah sakit, bahkan tempat ibadah dihancurkan,” ujarnya.
Hasbi pun menilai tindakan Israel menyerang kapal-kapal kemanusiaan dengan tuduhan sebagai teroris pendukung gerakan perlawanan Hamas merupakan bentuk kelicikan untuk melegitimasi kejahatannya.
“Padahal kapal-kapal itu tidak bersenjata, hanya membawa makanan dan obat-obatan,” geramnya memungkasi.[] Muhar
Views: 22
















