Tinta Media – Pengamat Politik Internasional Umar Syarifudin, mengungkap bahwa dunia Muslim memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan global yang memimpin peradaban.
“Dunia Muslim memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan global yang memimpin peradaban,” tuturnya kepada Tinta Media, Jumat (27/12/2024).
Namun, selanya, keberhasilan tersebut memerlukan evaluasi mendalam atas permasalahan yang mengakar.
“Pertama, penyatuan politik dunia Muslim harus menjadi prioritas,” tandasnya.
Menurutnya, perpecahan sektarian, etnis, dan nasionalisme menjadi penghalang utama yang dimanfaatkan kekuatan asing.
“Upaya mendirikan otoritas politik yang berlandaskan syariah Islam harus diiringi dengan dialog terbuka, tanpa mengesampingkan kelompok minoritas,” ujarnya.
Kedua, umat Islam harus membebaskan diri dari ketergantungan pada kekuatan global.
“Ini melibatkan pengembangan ekonomi mandiri, penguasaan teknologi, dan sistem pendidikan yang mengintegrasikan ilmu modern dengan nilai-nilai Islam,” terangnya.
Ketahanan ekonomi dan teknologi, jelasnya, adalah kunci untuk mengurangi intervensi asing.
Ketiga, sambungnya, strategi kolektif dalam membela tanah Islam, seperti Palestina, harus didasarkan pada persatuan umat, bukan solusi politik yang dikontrol Barat.
“Pembebasan wilayah dan penegakan keadilan adalah prioritas utama,” tegasnya.
Keempat, ia mengajak, umat harus berfokus pada membangun sistem pemerintahan yang adil, berintegritas, dan melayani rakyat.
Ia memandang, revolusi seperti di Suriah menjadi pelajaran penting bahwa umat harus berlepas diri dari solusi barat, umat hanya bisa menjadi lebih baik hanya dengan sistem Islam, sehingga dapat memberikan keadilan dan kedamaian sejati.
“Dengan langkah-langkah ini, dunia Muslim dapat mencapai kejayaan yang tidak hanya mencerminkan masa lalu, tetapi juga menjadi teladan bagi masa depan,” pungkasnya.[] ‘Aziimatul Azka
![]()
Views: 8













