Tinta Media – Direktur Forum on Islamic World Studies (FIWS) Farid Wadjdi menilai berbagai persoalan di dunia Islam disebabkan karena hilangnya tiga perkara.
“Hilangnya tiga perkara penting ini (persatuan umat Islam seluruh dunia, penerapan syariah Islam secara kaffah dan penyebarluasan Islam ke seluruh penjuru dunia) telah menyebabkan berbagai persoalan di Dunia Islam,” beber Farid kepada Tinta Media, Selasa (7/1/2025).
Pertama, hilangnya persatuan umat Islam seluruh dunia. Menurut Farid, tiadanya kesatuan kepemimpinan umat (Khalifah) yang menggerakkan dan memobilisasi umat menjadi persoalan besar. Meskipun jumlah umat Islam besar lebih dari 1,5 miliar di seluruh dunia, karena tidak diikat oleh persatuan yang shahih, yaitu Islam, tercerai-berai menjadi beberapa negara berdasarkan nation-state (negara-bangsa) yang terpecah, lemah dan tak berdaya.
“Krisis Palestina merupakan contoh yang terang-benderang tentang hal ini. Bagaimana bisa umat Islam yang jumlahnya lebih dari 1 miliar, dengan tentara yang jumlahnya jutaan, ribuan pesawat tempur, tak berdaya menghadapi entitas penjajah Yahudi yang jumlah tentara intinya lebih-kurang hanya 150 ribu orang dengan jumlah penduduk ilegal 7 juta jiwa,” papar Farid.
Kedua, hilangnya penerapan syariah Islam secara kaffah di seluruh negeri Islam. Hal ini, membuat umat Islam kehilangan kendali untuk mengatur negeri mereka dengan aturan Allah SWT. “Negeri-negeri Islam dipaksa tunduk untuk diatur dengan sistem kapitalisme yang rakus. Jadilah kekayaan negeri Islam dirampok atas nama investasi asing, pembangunan yang menipu, juga perdagangan bebas. Kekayaan umat digunakan untuk membayar utang para penguasa dan kroninya,” beber Farid.
Ketiga, penyebarluasan Islam ke seluruh penjuru dunia. “Sehingga, penting untuk mengingatkan kembali umat tentang kewajiban penegakan kembali Khilafah ‘alaa minhaaj an-nubuwwah ini, yang telah terlantar lebih dari 100 tahun. Kewajiban penerapan syariah Islam ini sesungguhnya merupakan bukti keimanan kita kepada Allah SWT,” tutupnya.[] Novita Ratnasari
![]()
Views: 8
















