Chusnul Mar’iyah: Ada Perseteruan Faksi Elite Politik di Balik Kasus Korupsi Eks Jampidsus

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Dosen Ilmu Politik UI Chusnul Mar’iyah, Ph.D. mengungkapkan bahwa ada perseteruan faksi-faksi dalam kekuasaan elite politik di balik terbongkarnya kasus mega korupsi eks Jampidsus Febrie Adriansyah.

“Saya melihat ada perseteruan faksi-faksi dalam kekuasaan elite politik, semacam kompetisi dan juga ada power struggle (perebutan kekuasaan),” ujarnya dalam program live diskusi Mega Korupsi: Saling Bongkar? Ahad (12/7/2026) di kanal YouTube Tabloid Media Umat.

Faksi-faksi yang dimaksud, urainya, ada faksi PS (Prabowo Subianto) dan faksi Solo, dengan pendukung-pendukung di belakangnya yang nantinya akan saling melakukan negosiasi yang akhirnya korupsi tetap aman-aman saja.

“Ini tentu menjadi persoalan tersendiri. Lalu berbicara perebutan kekuasaan, mereka masing-masing akan mempertahankan stabilitas faksinya untuk mempertahankan kekuasaannya di 2029, atau bahasa saya ada interlocking to maintenance the power in 2029,” ungkapnya.

Chusnul menyampaikan, saat pemberantasan korupsi tahun 2025, ia mengatakan tidak perlu ada dobel lembaga yaitu KPK dan Polri dalam pemberantasan korupsi.

“Polisi adalah internal order. Polisi itu menjaga properti rakyat dan harta benda rakyat tidak dirampok, menjaga keselamatan penduduk, dan dijaga dari tindak criminal. Polisi itu bukan penegak hukum,” ucapnya.

Menurutnya, jika polisi punya senjata, KUHP, dan birokrasi, maka akan terjadi power tends to corrupt dan absolute power karena semua bisa dilakukan.

“Jaksa tidak punya senjata, hanya punya regulasi. Kalau terjadi faksi PS ‘menyerang’ polisi sedangkan faksi Solo ‘menyerang’ jaksa akan merusak tata negara walau ujungnya pasti ada negosiasi,” cetusnya.

Chusnul mengatakan, tidak percaya mereka betul-betul akan menegakkan pemberantasan korupsi karena KPK juga isinya polisi dan jaksa, dua lembaga yang terkorup di republik ini.

“Indonesia yang termasuk Populist Muslim Country in the World harusnya menata kembali agar para pejabat itu naik dengan jujur, setelah berkuasa bisa amanah, dan menyadari semuanya punya konsekuensi akan dihisab,” sarannya.

Di akhir penyampaiannya, Chusnul berharap ada politik dan leadership berlandaskan iman dan takwa sehingga bangsa ini akan menuju baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur agar selamat dunia dan akhirat.[] Erlina

Loading

Views: 3

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA