Tinta Media – Menjawab pertanyaan mengapa orang rajin mengaji tapi masih saja maksiat, Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menuturkan, itu terjadi akibat pemahaman yang tidak diikat dengan akidah Islam.
“Satu sisi ngaji itu bagus, dia meningkatkan pemahaman terhadap ajaran Islam, hanya pemahaman itu tidak diikat dengan akidah,” nilainya dalam video short berjudul “Kenapa Ada Orang Sering Ngaji Tapi Masih Maksiat?” Senin (12/1/2026) di kanal YouTube Khilafah News.
Sehingga menurut UIY, pemahaman yang didapatkan tidak menjadi tolak ukur atau standar perbuatan dalam menjalani kehidupan.
“Mafhum (pemahaman), tidak dijadikan oleh dia itu sebagai miqyas atau tolak ukur dalam perbuatan,” jelasnya.
Hal itu, lanjutnya, menyebabkan ilmu yang dimiliki hanya sebatas pengetahuan atau informasi saja. “Karena ketika dia beramal, tidak berdasarkan pada pengetahuan itu,” imbuhnya.
Mestinya, menurut UIY, sebagai seorang Muslim ketika dia berbuat kembali berdasarkan kepada ilmu yang sudah dia pahami, tapi ini tidak.
“Itu artinya dia sudah paham, tapi dia mengabaikan pemahaman itu. Nah, tentu ini sesuatu yang sangat tidak elok dan itu pada akhirnya akan merugikan,” tuturnya menyayangkan.
Jangan Berhenti Mengaji!
Hanya saja, UIY tetap berpesan bahwa mengaji harus terus dilakukan, tidak boleh berhenti.
“Lalu Apa yang harus dilakukan? Tentu saja jangan berhenti mengaji. Jangan bilang bahwa percuma kamu ngaji tapi tetap maksiat!” Pesan UIY.
Karena, ia memandang, saat mengaji terus dilakukan maka nanti pasti akan dihadapkan pada dua pilihan.
“Terus maksiat berhenti ngaji, (atau) terus ngaji berhenti maksiat,” imbuhnya.
UIY lantas menyampaikan, tidak mungkin dalam diri seseorang itu akan ada dua hal yang bertentangan terus menerus. “Pasti akan ada salah satu yang akan dikalahkan,” jelasnya.
UIY pun berharap bahwa yang akan kalah adalah maksiat karena dia terus mengaji.
“Janganlah kita melepaskan diri dari Islam dan dari pengkajian dan pengajian, karena itu insya Allah akan menolong kita,” pesannya memungkasi.[] Teti Rostika
![]()
Views: 19
















