Fatherless Marak, Dampak Sistem Rusak

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Akibat desakan ekonomi yang kian memburuk, jutaan anak di Indonesia mengalami fatherless. Ini adalah kondisi di mana anak-anak tumbuh tanpa peran ayah, baik secara fisik maupun psikologis. Padahal, peran seorang ayah dalam mendidik anak sama pentingnya dengan peran seorang ibu. Karena, keduanya memiliki kontribusi untuk saling melengkapi dalam perkembangan anak. Namun sayangnya, di Indonesia seperlima anak tumbuh dalam kondisi fatherless. (voi.id, 11/10/2025)

Tuntutan hidup yang semakin banyak dan berat membuat ayah berusaha lebih keras mencari pekerjaan demi menambah penghasilan. Akan tetapi, ketika lapangan pekerjaan (lokal) kurang, mau tidak mau ayah harus merantau atau mencari pekerjaan di tempat lain. Ketidakhadiran sosok ayah sebagai pendidik bisa menyebabkan fatherless.

Kalau bukan karena tuntutan kerja dan untuk memperbaiki ekonomi, sebenarnya seorang ayah sangat berat untuk meninggalkan anak-anak dan keluarga serta hidup berjauhan. Kondisi ini lahir dari sistem kapitalistik yang membuat kesenjangan antara si kaya dan si miskin semakin lebar. Ini diperparah dengan sifat individualistis di antara anggota masyarakat. Sehingga, masyarakat miskin kekurangan uluran tangan dalam menghadapi kesulitan.

Di sisi lain, fatherless juga dapat menimbulkan masalah identitas diri sehingga kesulitan berinteraksi sosial. Masih banyak anggapan bahwa kewajiban ayah dianggap selesai saat memberikan uang. Padahal, anak tidak hanya memerlukan layanan ekonomi, tetapi juga membutuhkan sosok ayah sebagai pemimpin yang memengaruhi pembangunan karakter anak.

Fakta bahwa ayah harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan memang tidak bisa dimungkiri. Akan tetapi, perannya untuk mendampingi dan mendidik keluarga juga tidak boleh ditinggalkan. Inilah pentingnya skala prioritas ayah terhadap keluarga.

Dalam sistem Islam, ayah dan ibu sama-sama punya peran penting. Ayah sebagai pemberi nafkah, pemimpin, dan teladan untuk keluarga. Ibu juga punya peran yang sangat penting dalam hal mengasihi, mendampingi, dan mendidik. Karena, ibu adalah madrasatul ula bagi anak-anaknya dan juga pengatur urusan rumah tangganya.

Negara akan mendukung peran ayah dengan membuka lapangan kerja dengan upah layak dan memberikan jaminan kehidupan sehingga ayah bisa memiliki waktu yang cukup bersama anak. Dalam perwalian, Islam juga menjamin setiap anak akan tetap memiliki figur ayah sekalipun ayah sibuk bekerja. Karena, sistem lainnya saling mendukung dan memudahkan ayah untuk menjalankan berbagai perannya baik di keluarga maupun di masyarakat dan negara. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Ummu Sigit,

Sahabat Tinta Media

Views: 21

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA