Keberagaman: Antara Realitas dan Ambiguitas

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Belakangan ini, isu L6BT kembali menjadi perbincangan publik. Di berbagai negara, orientasi seksual dan identitas gender semakin sering diposisikan sebagai bagian dari diversity (keberagaman) yang harus diterima tanpa kritik.

Di Indonesia sendiri, diskusi mengenai L6BT juga menguat, baik di media sosial, dunia pendidikan, maupun ruang publik. Dalam beberapa waktu terakhir, perdebatan makin ramai setelah muncul berbagai pandangan yang menempatkan L6BT sebagai bagian dari keberagaman yang perlu diterima, sementara di sisi lain pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 memasukkan penyebaran budaya L6BTQ sebagai salah satu isu dalam kerangka ancaman nonmiliter terhadap ketahanan nasional.

Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa isu L6BT bukan lagi sekadar persoalan individu, tetapi telah menjadi perdebatan mengenai nilai, budaya, dan arah kehidupan masyarakat. Di tengah situasi tersebut, penting untuk membedakan antara menghargai keberadaan seseorang dengan membenarkan seluruh pandangan atau perilakunya.

Keberagaman adalah kenyataan sosial yang tidak dapat dimungkiri. Manusia memang hidup dengan berbagai latar belakang, budaya, dan pilihan hidup. Namun, keberagaman tidak serta-merta menghapus batas antara benar dan salah, sehingga mengakui bahwa suatu fenomena berbeda yang ada di tengah masyarakat dengan menyatakan bahwa fenomena tersebut benar secara moral, agama, ataupun layak dijadikan norma yang harus diterima semua orang.

Jika keberagaman dimaknai sebagai pengakuan atas adanya perbedaan yang memang bersifat alamiah seperti suku, bahasa, warna kulit, dan budaya, maka Islam mengakuinya sebagai bagian dari sunatullah. Namun, berbeda halnya ketika istilah keberagaman diperluas hingga mencakup perilaku yang bertentangan dengan fitrah dan ketentuan syariat.

Dalam pandangan Islam, tidak semua bentuk perbedaan dapat dinilai sebagai keragaman yang patut dibenarkan. Al-Qur’an menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan— laki-laki dan perempuan—serta menetapkan pernikahan sebagai jalan yang sah untuk menyalurkan naluri seksual. Kisah kaum Nabi Luth ‘alaihissalam menjadi pelajaran bahwa perilaku homoseksual dipandang sebagai penyimpangan dari fitrah yang Allah tetapkan (lihat QS. Al-A’raf: 80–84). Karena itu, seorang muslim memandang persoalan ini bukan sekadar isu sosial, tetapi juga persoalan akidah, syariat, dan akhlak.

Dalam hadis sahih, Rasulullah ﷺ juga mengingatkan agar tidak mengaburkan identitas laki-laki dan perempuan. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki (HR. Bukhari). Hadis ini menunjukkan bahwa Islam menjaga perbedaan yang telah Allah tetapkan sebagai bagian dari fitrah manusia.

Di era modern, sebagian kalangan memandang seluruh pilihan hidup harus memperoleh pengakuan yang sama atas nama kebebasan individu. Dari sudut pandang Islam, cara pandang seperti ini patut dikritisi apabila mengaburkan batas antara hak setiap orang untuk diperlakukan dengan hormat dan klaim bahwa setiap perilaku harus diterima sebagai sesuatu yang benar secara moral.

Kebebasan bukan berarti menghapus standar halal dan haram. Karena itu, dakwah memiliki peran penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa ukuran benar dan salah tidak berubah hanya karena perubahan opini publik.

Tugas umat Islam bukan membenci individu yang bergumul dengan berbagai persoalan hidup, tetapi mengajak kepada jalan yang Allah ridai dengan hikmah, kasih sayang, dan argumentasi yang baik. Dakwah juga berarti menjaga agar nilai-nilai Islam tetap menjadi rujukan dalam kehidupan, sehingga perubahan sosial tidak menjauhkan manusia dari fitrah yang telah Allah tetapkan.

Oleh: Hamimah, SEI,
(Sahabat Tinta Media)

Loading

Views: 3

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA