Langit Merah Saga, Gaza Butuh Pertolongan!

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Ketegangan antara Gaza dan Israel mulai terdengar riuh di seluruh dunia sejak Oktober 2023 lalu. Padahal, genosida sudah lama menyala. Perlawanan di berbagai negeri seakan menunjukkan lampu hijau kemenangan, tetapi tak ada perubahan. Gencatan senjata sudah berulang kali dilakukan, tetapi belum ada kepastian.

Alarm viralnya hanya sementara, perlahan dunia bungkam kembali. Awalnya sibuk boikot sana sini produk afiliasi Zionis penjajah, kini terlena menikmati produknya.

Meskipun masih ada setitik harapan, suara-suara pembelaan terhadap Gaza tetap diteriakkan, meski beberapa orang saja. Gerakan global March to Gaza ternyata tak mampu menghentikan kekejaman Zionis laknatullah. Entah sekuat apa benteng Israel hingga Mesir negeri dengan persenjataan yang lengkap pun tak mampu membungkamnya.

Mengutip dari tirto.id, Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada Pelapor Khusus PBB untuk hak asasi manusia di wilayah pendudukan Palestina, Francesca Albanese. Albanese terkenal sebagai kritikus yang keras terhadap perang yang digencarkan Israel terhadap Jalur Gaza, Palestina.

Bahkan, Amerika sudah tak malu lagi menunjukkan taring kebusukannya mendukung penjajah Zionis. PBB yang dianggap mampu membawa perdamaian dunia pun dengan lantang melanggar hak asasi manusia, bahkan menangkap kritikus atas tindakan kejam di Gaza.

Ini sangat jelas bahwa kemerdekaan Palestina tidak bisa kita raih dengan bantuan penjajah kafir yang hegemoni kekuasaannya mencekam dunia.

Sudah berulang kali PBB tak berkutik dengan pelanggaran kemanusiaan Israel terhadap Palestina. Ini menunjukkan bahwa Amerika punya andil mendukung, bahkan membantu Zionis dalam tindakan genosidanya.

Orang waras mana yang tega membunuh anak-anak, perempuan, orang tua, bahkan rumah sakit dibom tanpa alasan yang jelas demi mengambil alih hak kepemilikan warga Palestina. Bahkan, tenaga kesehatan, jurnalis, dan aktivis kemanusiaan lainnya turut menjadi korban. Warga Gaza dibiarkan kelaparan. Ini kekejaman yang nyata.

Ini tak bisa ditolerir lagi. Kaum muslimin harus bangkit dan bersatu. Aksi boikot telah dilakukan, betul ada hasilnya. Maka, cobalah berpikir sejenak, jika perlawanan melalui media sosial dan boikot saja mampu meruntuhkan perekonomian Israel, bukankah bantuan militer dari berbagai negeri muslim mampu menghapuskan kejahatan keji ini?

Tak usah berharap pada Iran yang hanya bertahan dan melawan demi negaranya sendiri, atau melalui bantuan makanan. Relakah kita melihat ribuan nyawa yang kelaparan antre makanan sedangkan peluru masih mengancam mereka?

Bukankah retaknya bendungan tak cukup dengan menghilangkan retakannya saja? Akan tetapi, perlu perbaikan menyeluruh agar tak ada lagi korban jiwa?

Tidakkah kita lelah dengan semua pengorbanan warga Palestina selama ini? Sementara, kita masih bisa makan, masih bisa bersantai.

Lihatlah ke belakang sejarah umat terdahulu, bagaimana Salahuddin Al Ayyubi dicetak oleh orang tuanya menjadi pembebas Al Aqsa. Sepanjang sejarahnya, kaum muslimin tak menunggu bantuan kaum kafir demi pembebasan kiblat pertama kaum muslim. Kaum kafirlah yang takut akan kekuatan yang sedang tertidur saat ini.

Wahai kaum muslimin di seluruh dunia, sadarlah. Hanya dengan persatuan kaum muslimin dengan visi misi yang sama berlandaskan ketakwaan kepada Allah yang mampu membebaskan Palestina dari penjajah Zionis. Namun, itu mustahil terjadi tanpa tegaknya daulah Islam secara kaffah.

Untuk itu, dakwah penyadaran umat sangat urgen dilakukan, meski hal ini seperti mencari jarum di dalam jerami. Perlahan tetapi pasti, yang mesti dilakukan juga adalah mengubah pemikiran kaum muslimin bahwa hanya Islam saja yang menjadi solusi pembebasan Palestina.

Cukup sudah lawakan penguasa boneka membutakan kita, membisikkan fatamorgana yang semu. Kita harus terus melawan, harus bersatu tanpa kepentingan apa pun selain karena mengejar gelar takwa. Allahu Akbar.

 

Oleh: Nurjannah,

Sahabat Tinta Media

Views: 15

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA