Tinta Media – Akhir-akhir ini kebiasaan Gen Z bermedia sosial, khususnya Tiktok, menarik perhatian Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Mereka melakukan riset dan mendapat pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Berawal dari mengamati kebiasaan Gen Z yang selalu aktif di media sosial, tetapi pasif di dunia nyata. Konten di media sosial adalah hasil rekayasa, emosi yang dibentuk media dapat memengaruhi kesehatan mental dan hubungan sosial seseorang. (detik.com, 18/09/2025)
Konten yang dibuat orang lain sering pas dengan diri kita. Apakah itu tentang percintaan, rumah tangga atau yang lainnya. Konten-konten Tiktok seringnya mewakili perasaan kita. Ketika kita melihat satu konten tentang kesepian, maka sering kali muncul konten yang serupa. Hal ini bisa mengakibatkan gangguan mental.
Melihat dampak yang lebih luas, tim mahasiswa bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk mengembangkan strategi literasi digital dan manajemen penggunaan gawai. Untuk menangani isu literasi digital dan kesehatan mental di kalangan Gen Z karena kesepian sering dianggap masalah pribadi yang memengaruhi kesehatan mental generasi muda.
Industri kapitalis telah membuat arus yang sangat buruk. Masyarakat sulit bergaul di kehidupan sehari-hari. Dalam keluarga pun karena semua fokus dengan gawainya maka terasa jauh. Sikap asosial dan perasaan kesepian akan berdampak buruk dan merugikan umat. Generasi muda akan menjadi generasi yang lemah. Padahal, mereka seharusnya berkembang menyalurkan bakat jiwa mudanya.
Kondisi ini tentu tidak boleh dibiarkan. Peran negara sangat penting dalam mengendalikan dunia digital. Negara harus memahamkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan gawai sehingga generasi muda tidak merasa kesepian di antara keramaian. Hanya Islam satu satunya solusi dari segala permasalahan dan sebagai pedoman hidup. Sehingga, kita tidak terus-terusan menjadi korban sistem sekularisme liberal. Wallahualam bissawab.
Oleh: Ummu Shakila,
Sahabat Tinta Media
Views: 15








