Badai PHK Marak, Hidup Rakyat Kian Berat

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – PHK menghantui para pekerja, buruh pabrik, dan karyawan swasta lainnya, setelah sebelumnya terjadi badai PHK dan berujung pada banyaknya pengangguran dan masyarakat miskin. Sampai saat ini badai PHK masih terus terjadi. Lalu bagaimana nasib buruh dan pekerja selanjutnya?

Dua pabrik memutuskan menghentikan produksinya, yang menyebabkan ribuan orang buruh terancam kehilangan sumber pendapatan. Kedua perusahaan tersebut adalah PT Sanken Indonesia, yang akan menghentikan operasionalnya di bulan Juni tahun ini, yang menyebabkan 459 orang karyawannya di PHK. Dan PT Danbi Internasional di Garut Jawa Barat yang memproduksi bulu mata palsu dan menghentikan produksinya pada Rabu (19/02/2025) dan 2.100 kurang lebih karyawan terancam tidak memiliki sumber pendapatan.

Di antara karyawan-karyawan korban PHK mereka tidak sedikit yang banting setir dengan membuka usaha kecil-kecilan, jualan keliling, menjadi ojol (ojek online), karena mencari kerja di tempat lain terkendala usia. Selain itu banyaknya saingan anak-anak lulusan baru yang sama-sama berjuang mencari pekerjaan, sementara perusahaan pun banyak menerima karyawan lulusan baru dan keahlian yang berbeda.

Mencari pekerjaan saat ini sangatlah tidak mudah, ada banyak kriteria yang menyulitkan Namun inilah yang terjadi ketika kita hidup dalam sebuah sistem yang jauh dari aturan Sang Pencipta yaitu Allah SWT. Kita saat ini hidup dalam sistem yang berlandaskan akal manusia yaitu sistem ekonomi kapitalis, dalam sistem kapitalisme buruh adalah faktor produksi, yang akan dikorbankan untuk menyelamatkan perusahaan.

Meskipun ada jaminan pemberian 60 persen gaji selama 6 bulan melalui program jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) dengan batas upah 5 juta rupiah, itu tidak akan menyelesaikan persoalan, karena kehidupan tidak hanya berlaku selama 6 bulan saja. Kehidupan masih harus terus berlanjut, masa depan anak-anak yang masih butuh pendidikan, pemenuhan sandang pangan dan papan masih harus terus dipenuhi.

Dampak yang terjadi akibat dari PHK sangat banyak, selain masalah masa depan anak-anak karena penanggung jawab dalam keluarga kehilangan mata pencaharian, dan dampak yang mengkhawatirkan banyaknya masyarakat miskin baru, kejahatan makin merajalela. Karena lapar, tidak sedikit masyarakat yang akhirnya melakukan tindakan kriminal, dan masih banyak dampak lain akibat dari pemutusan hubungan kerja (PHK) ini. Inilah bukti bahwa sistem kapitalisme sekularisme yang menyebabkan kerusakan dan kesengsaraan, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.

Lain halnya dengan IsIam, Islam menjadikan negara sebagai raa’in, yang mengurus rakyat, memelihara urusan rakyat, melindungi rakyat, dan menjamin ketersediaan lapangan pekerjaan yang luas, sehingga tidak akan ada pengangguran. Islam juga memberikan edukasi kepada masyarakat terutama laki-laki yang sudah dewasa untuk mencari nafkah bagi keluarganya.

Islam juga menjadikan pemenuhan kebutuhan pokok sebagai tanggung jawab negara dengan mekanisme yang sesuai dengan syariat. Seorang kepala keluarga mempunyai kewajiban untuk mencari nafkah untuk keluarganya. Jika kepala keluarga itu sakit, maka anak laki-laki bertanggungjawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Jika tidak ada, maka keluarga dari pihak ayah. Jika tidak ada, maka dikembalikan kepada negara yang wajib memenuhi seluruh kebutuhannya.

Selain itu juga penerapan sistem ekonomi Islam menjamin ketersediaan lapangan pekerjaan yang cukup dan menjamin kesejahteraan untuk rakyat. Melalui pengelolaan sumber daya alam dengan baik dan efisien, maka akan menghasilkan lapangan pekerjaan yang luas dan menyerap tenaga kerja yang banyak. Itulah jika aturan Islam bisa diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan dalam naungan daulah khilafah Islamiyah.

Wallahu’alam bishowab.

 

 

 

Oleh: Ade Siti Rohmah
Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 13

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA