PHK, Buah dari Sistem yang Rusak

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Dipastikan setidaknya ada 400 orang pegawai PT Sanken Indonesia akan kehilangan pekerjaan alias kena pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah perusahaan menutup total pabriknya pada Juni 2025 nanti. Penutupan pabrik dilakukan menyusul adanya perintah dari induk perusahaan yang berlokasi di Jepang. Kawasan Industri MM2100 Cibitung Bekasi yang merupakan lokasi PT Sanken Indonesia ini memproduksi komponen elektronik seperti trafo (transformer).

Dikatakan oleh Presiden KSPI Said Iqbal bahwa saat ini ada 400 orang karyawan PT Sanken Indonesia yang merupakan anggota KSPI dan berstatus masih bekerja sampai dengan Juni 2025. Dia mengungkapkan, rencana penutupan pabrik sebenarnya sudah disampaikan pihak manajemen sejak sekitar satu tahun yang lalu (cnbc.indonesia.com, 21 Februari 2025).

Tahun 2025 ini dibuka dengan kabar yang sangat menyedihkan yaitu maraknya PHK di berbagai perusahaan. Bahkan dii nstanasi pemerintahan pun yang berstatus honorer kini berubah menjadi freelance. Bagaimana negara ini mau dikatakan negara maju jika akhir-akhir ini semakin meningkat angka PHK? Di mana semakin tinggi angka PHK semakin tinggi juga grafik kemiskinan pada negara ini.

Tentunya problem ini harus dikupas secara tuntas apa akar permasalahannya. Tidak bisa dielakan lagi bahwa biang dari semua permasalahan negeri ini adalah sistemnya yang rusak yaitu sistem sekuler kapitalis. Di mana sistem yang rusak ini hanya menguntungkan sebelah pihak dan hanya memihak pada para pemilik modal. Sedangkan rakyat biasa diperas habis-habisan oleh berbagai kebijakan yang tidak memihak rakyat kecil. Belum lagi oleh korupsi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Pastinya rakyatlah yang terkena imbasnya dengan kenaikan berbagai bahan pokok yang terus melambung.

Sudah saatnya masyarakat bangkit dan membuka mata dengan keadaan sekarang yang semakin hancur oleh sistem yang rusak ini. Cara satu-satunya adalah dengan mengganti sistem rusak ini dengan sistem yang benar yaitu dengan sistem Islam. Di mana dalam sistem Islam ini bukan hanya masyarakat yang beragama Islam saja yang akan merasakan kesejahteraannya tapi masyarakat non-Islam pun akan merasakannya.

Dalam sistem Islam, berbagai kebutuhan pokok rakyatnya akan dipenuhi oleh khalifah sebagai kepala negara yang bertugas mengurus berbagai urusan rakyat. Seperti urusan pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, keamanan dan kesejahteraan rakyat sudah dipastikan terjaga. Hal ini karena khalifah akan menerapkan aturan dan hukuman sesuai dengan perintah Allah SWT selaku yang menciptakan langit beserta isinya.

Wallahu a’lam bis shawwab.

 

 

Oleh: Ummu Arvin
Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 23

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA