Bayang Perselingkuhan di Dunia Pendidikan, Mengapa Bisa Terjadi?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Berbagai skandal perselingkuhan di dunia pendidikan membuat
hati teriris seluruh orang tua dan murid. Salah satu yang sedang hangat
dibincangkan adalah hubungan tak terpuji antara kepala SMAN 13 Kota Bekasi yang
berlokasi Rawalumbu dengan bendahara komite. Sebagai buntutnya, siswa SMAN 13
mengekspresikan kekecewaannya dengan berunjuk rasa di lapangan sekolah tanggal
25 Juli lalu. Tak hanya perilaku amoral yang diprotes namun para murid juga
menyuarakan penolakan atas penggelapan setoran uang dari orang tua mereka
dipakai untuk kepentingan pribadi.

Tak hanya di Bekasi, skandal perselingkuhan juga terungkap
dilakukan oleh seorang guru SMPN PNS dan P3K di salah satu SMP di Kabupaten
Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Parahnya hubungan terlarang
ini sampai membuahkan anak padahal masing-masing pelaku perzinaan telah
memiliki suami dan istri. Kasus semacam ini tak hanya satu dua. Sudah banyak
kejadian perselingkuhan kepala sekolah dan guru yang terungkap mencoreng wajah
dunia pendidikan.

Rupanya masyarakat telah berlepas dari norma-norma moral,
etika, apalagi agama. Perselingkuhan mencerminkan moral pelaku yang bobrok.
Jelas-jelas perbuatan perselingkuhan ini adalah perbuatan yang melanggar aturan
agama. Awal mula maraknya tindakan bejat ini adalah menggejalanya pemahaman sekularisme
di tengah masyarakat. Sekularisme tidak menjadikan agama sebagai tuntunan hidup
dan memilih untuk mengikuti hawa nafsu dan kepentingan.

Ditambah dengan ide liberalisme yang memperparahnya. Ide
kebebasan ini memberi ruang manusia berperilaku sesukanya. Asal senang
teruskanlah, melanggar larangan agama tak masalah. Liberalisme memberi
kebebasan pada semua hal termasuk pergaulan lelaki dan Perempuan. Menurut paham
ini, tidak ada batasan dalam pergaulan antara laki-laki dan wanita, sehingga
membolehkan hubungan kebablasan antara lawan jenis.

Kedua paham sekularisme dan liberalisme ini berbahaya.
Sekarang kontrol masyarakat masih membentengi sehingga memberikan sanksi pada
pihak yang melakukan perselingkuhan. Namun lama-kelamaan bila ide ini terus
merasuk tak terkendali ke tengah masyarakat kita, perselingkuhan bisa jadi akan
dianggap normal.  Lihat saja, lingkungan
pendidikan yang seharusnya tempat moral dan etika dijunjung sudah jebol juga
teracuni oleh ide ini. Bahkan ide kebebasan ini telah menjangkiti oknum kepala
sekolah sebagai kepala para pendidik.

Kerusakan pergaulan ini harus dicegah. Tak hanya di dunia
pendidikan. Islam memiliki aturan yang lengkap mengenai sistem pergaulan. Islam
memisahkan ruang laki-laki dan perempuan kecuali pada empat kepentingan saja,
yaitu belajar-mengajar, muamalah jual-beli, pengobatan, dan dakwah. Islam pun
memisahkan kehidupan khusus dan kehidupan umum. Pengklasifikasian ini untuk
memberikan perempuan ruang yang membolehkan dirinya menampakkan aurat. Di
kehidupan umum perempuan berkewajiban mengenakan jilbab dan kerudung sebagai
penutup aurat dan menjaga diri dari tabaruj. Aturan-aturan ini dipraktikkan
oleh negara untuk menjaga masyarakat dari dorongan syahwat yang menjerumuskan
manusia pada tindakan asusila. Negara juga dengan tegas akan memberikan sanksi
bagi pelanggarnya.

Islam juga menerapkan aturan yang menumbuhkan keimanan pada
tiap individu dan mendidik umat berlandaskan akidah Islam sehingga menciptakan
individu-individu yang berkepribadian Islam. Di sinilah pentingnya Islam
dijadikan dasar falsafah membangun sistem pendidikan untuk mencetak generasi
unggul yang jauh dari ide sekularisme dan liberalisme. Islam mendorong seleksi
yang ketat pada rekrutmen tenaga kependidikan karena merekalah ujung tombak
pendidikan. Merekalah yang berhadapan langsung dengan siswa. Teladan berjalan
dalam merancang masa depan.

Oleh: Rayhana Radhwa, Ibu Rumah Tangga tinggal di Bekasi

Loading

Views: 2

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA